Aktivisme - bogordaily.net
Featured

Aktivisme

Aktivis, merujuk pada orang atau kelompok orang yang selalu berpikir menerbitkan ide-ide baru, bergerak mewujudkan ide. Aktivisme adalah isme (paham) aktivis. Aktivisme adalah jiwa bagi kaum pergerakan.

Kata pergerakan kata yang sangat banyak digunakan sebelum kemerdekaan sampai dengan 1966. Karena kemudiaan kata pergerakan itu menjadi kata yang ‘haram’ bagi penguasa orde baru yang didominasi militer khususnya angkatan darat.

Kaum pergerakan dianggap kiri oleh orde baru sehingga diburu dan ditekan. Banyak dari mereka kaum pergerakan ditangkap dan dibui. Kawan saya, bonar tigor alias Coki Naipospos dan kawan-kawan ditangkap dan dibui 8 tahun karena dituduh mengedarkan paham kiri. Dia mengedarkan buku-buku karya Pramudya Ananta Toer.

Selain itu, kawan saya Nuku Sulaiman (alm) dibui 6 tahun karena mengedarkan stiker: “SDSB, Soeharto Dalang Segala Bencana”.

Aktivis Pijar, Tri Agus Susanto Siswowiharjo juga diganjar bui. Yeni Rossa Damayanti, Rawanda Wandy Tuturoong (Binyo), Beathor Suryadi, bahkan kawan saya jurnalis Ahmad Taufik Jufry (Ate), Hendrik Dikson Sirait (Iblis) dan banyak lagi yang tidak dapat disebut disini.

Mereka semua diganjar bui. Bahkan ada yang diculik dan dipulangkan dalam keadaan hidup dan ada juga yang sudah mati. Beberapa kawan saya itu ada yang sempat saya bela dipersidangan, bahkan saya pernah terlibat meloloskan Pius Lustrilanang keluar dari Indonesia pasca ia dilepas penculiknya. Kemudian dia berkampanye di luar negeri hingga terungkap kasus penculikan tersebut.

Kaum pergerakan saat ini disebut aktivis, karena alasan orde baru tidak suka dengan istilah kaum pergerakan. Mereka bergerak karena ide (alisme), mewujudkan pikirannya dalam gerakan untuk kepentingan masyarakat, menegakkan keadilan dan kebenaran.

Mereka membentuk Organisasi Non Parpol (Ornop), Organisasi Non Pemerintah (LSM) dan umumnya tidak pernah menyebut nomenklatur LSM pada nama organisasinya. Sebut saja: Solidamor, SMID, LMND, LBH, Aldera, dan lain-lain yang tidak bisa saya sebutkan. Mereka berjuang sungguh-sungguh. Tidak pernah cari duit buat kepentingan pribadi.

Saat ini pasca reformasi, dimana-mana menjamur LSM, dan lucunya nomenklatur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) disebut besar-besar pada kop surat maupun papan namanya. Menjamurnya LSM ini, LSM itu, dan banyak sekali muncul aktivis-aktivis dadakan.

Lebih lucu lagi LSM-LSM plat merah dan plat kuning tersebut memakai uniform jas, bahkan atribut mirip-mirip militer dan bergaya militeristik (sesuatu yang kami tolak dulu). Bahkan pakai pin segala. Berkegiatan dengan membuat proposal sebanyak-banyaknya dan diedarkan pada lembaga pemerintah dan swasta.

Dan mereka para aktivis LSM plat merah dan kuning ini begitu bangganya menyebut diri sebagai aktivis. Demo-demo dilancarkan dengan gegap gempita. Membawa isue-isue kerakyatan. Tapi saya belum pernah mendengar aktivis ini ditangkap, disidang dan dibui. Isue yang diangkat terbang bersama waktu.

Zaman-zaman mulai demokratis, akan tetapi pergerakan pendulum demokrasi lebih banyak bergerak pada partai dan pada kepentingan partai.

Kawan-kawan saya dulu memahami perubahan zaman ini. Karena merekalah yang sesungguhnya terlibat melakukan perubahan politik yang berujung pada reformasi. Beberapa memahami trend politik dan masuk partai, sementara yang lain masuk dunia profesional dan yang lain lagi masih setia dengan sikap-sikap indepedensinya.

Dan era sekarang ini terjadi perubahan politik baru. Yakni menguatnya sikap-sikap sektarianisme. Politik sektarian bahkan radiakalis fundametalis atas dasar agama menguat. Partai-partai politik tidak dapat menjawab situasi tersebut. Bahkan partai-partai sibuk dengan pertarungan memperebutkan kue kekuasaan, yang jauh dari sikap kenegarawanan. Partai justru menjadi sumber masalah bangsa ini. Semua bermain untuk sekedar kekuasaan.

Hai kawan-kawan saya, bagaimana kabar kalian sekarang?

Catatan; foto di atas yang diupload Hillarius Ngaji Merro, mengingatkan saya betapa sudah panjang waktu yang saya lalui sebagai seorang independen, yang hanya setia pada ide dan kemauan baik.

Sugeng Teguh Santoso, SH

(Sekretaris Jenderal DPN Perhimpunan Advokat Indonesia dan Pendiri Yayasan Satu Keadilan)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu