BOGOR AREA

Ini Dia, Pasutri Penganiaya Anak hingga Mati dari Gunungputri Bogor

ilustrasi

BOGORDAILY- Siapakah pasang suami istri sadis dari Kecamatan Gunungputri yang tega menganiaya anaknya hingga mati?

Setelah melalui penyelidikan panjang, Polres Bogor menetapkan AI dan SP sebagai tersangka penganiaya anak kandungnya sendiri hingga meninggal dunia. Korban bernama Yeolghi Nichiardo (3) menghembuskan nafas terakhirnya di RS Sentar Medika pada Jumat.

Yeol dimakamkan Sabtu (26/11) malam. Penganiayaan dilakukan AI dan SP di rumah kontrakan nya di Kampung Momonot, RT 02/11, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.

Keduanya pun dilaporkan para tetangga yang baru menyadari adanya aksi kekerasan terhadap balita itu.
Kapolres Bogor, Ajun Komisaris AM Dicky menuturkan, polisi terus menetapkan berdasarkan keterangan dan bukti-bukti. “Kami sudah menetapkan kedua orang tua korban sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan menyebabkan kematian,” ungkapnya, Senin (28/11).

Dicky melanjutkan, proses penyidikan yang telah dilakukan aparat kepolisian diantaranya membuat Laporan Polisi, melakukan penyelidikan, melakukan pengecekan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan penyitaan barang bukti berupa baju korban dan hanger besi.
“Kami juga meminta VER, pemeriksaan saksi-saksi tetangga korban dan juga dokter rumah sakit tempat korban dinyatakan meninggal,” tuturnya.

Polisi juga sudah membawa jenazah korban untuk dilakukan autopsi di RS Soekamto Kramat Jati. Dengan beberapa langkah yang diambil tersebut kemudian melakukan penangkapan terhadap SP dan AI yang merupakan kedua orang tua korban.

SP kepada aparat Kepolisian mengakui melakukan kekerasan terhadap anak kandungnya. SP berkali-kali melakukan kekerasan bahwa perbuatan kekerasan tersebut dilakukan dengan cara berbeda-beda.

Korban dianiaya dalam tiga bulan terakhir. Awal mendorong kemudian membenturkan kepala bagian depan ke tembok pada sekitar bulan September 2016, selanjutnya dicubit, hingga pada tanggal (20/11) mendorong kepalanya sehingga terbentur tembok sehingga kemudian jatuh pada bagian ujung kloset dalam kondisi menyamping.

“Bahwa yang mendasari perbuatan tersangka tersebut dipicu oleh banyaknya utang, suami tidak bekerja dan tidak pernah memperhatikan anak,” terang Dicky. Sang ayah AI juga mengakui beberapa kali melakukan penganiayaan dengan cara memukul hal itu dilakukan karena dirinya merasa kesal kepada sang anak yang terlalu aktif dan sering rewel.

Dicky menambahkan, keduanya saat ini masih dalam pemeriksaan unit perlindungan perempuan dan anak Polres Kabupaten Bogor. Jika terbukti keduanya dapat dijerat UU Perlindungan Anak No.35/2014 Pasal 80 ayat 3 tentang kekerasan terhadap anak hingga menyebabkan meninggal dunia dan dijerat maksimal 15 tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu