Sadis!! Alasan Ritual, Rentenir Ini Setubuhi Nenek Sumarminah Sebelum Membunuhnya. Nih Videonya! - bogordaily.net
BARAT

Sadis!! Alasan Ritual, Rentenir Ini Setubuhi Nenek Sumarminah Sebelum Membunuhnya. Nih Videonya!

BOGORDAILY- Polisi menangkap seorang rentenir bernama Solehudin alias Soleh (32) di depan Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor. Ia ditangkap sebagai pelaku penculikan sekaligus pembunuhan terhadap seorang nenek bernama Sumarminah (65).

Rentenir ini cukup garang. Bagaimana tidak, sebelum membunuh sang nenek, Soleh menyetubuhi korban dengan alasan sebagai syarat ritual.

“Tersangka mengajak korban berhubungan badan untuk ritual, alasannya untuk memperlancar rezeki,” ujar Wakapolresta Depok AKBP Candra Kumara di Depok, Selasa (10/1/2017).

Sumarminah mengenal tersangka sejak tahun 2011. Candra mengatakan, Sumarminah pernah meminjam uang kepada tersangka untuk modal usaha.

“Korban meminjam uang Rp 150 juta ke tersangka, tetapi berbunga jadi Rp 200 juta. Tapi tersangka juga pinjam lagi ke orang lain, jadi bukan uang dia,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus mengatakan, korban menemui tersangka di rumah kontrakannya di Kampung Salak, Ciampea, Kabupaten Bogor, pada Minggu (25/12/2016). Korban saat itu berbicara mengenai utangnya kepada tersangka yang belum bisa dilunasinya.

“Korban kemudian meminta maaf karena belum bisa membayar utang dan meminta tersangka untuk bersabar,” ujar Firdaus.

Selanjutnya, korban pamit untuk mencari penginapan di sekitar kampus IPB Dramaga, Bogor. Namun, sebelum korban pergi, pelaku menyita dompet korban yang berisi tiga buah buku tabungan berikut kartu ATM dan telepon seluler.

“Alasannya disita sebagai jaminan,” imbuh Firdaus.

Selanjutnya, Rabu (28/12/2016), korban janjian bertemu di pangkalan ojek Cinangneng, tidak jauh dari rumah tersangka. Dari situ, keduanya naik angkot ke Gunung Kapur, Bogor.

“Korban diajak ke Gunung Kapur dengan alasan untuk ritual demi kelancaran dalam mencari rezeki,” lanjutnya.

Keduanya turun di Cibadak, lalu berjalan kaki menyusuri semak-semak dan menaiki Gunung Kapur yang curam. Sesampai di ketinggian sekitar 100 meter, tersangka berhenti dan mengajak korban melakukan ritual, yakni dengan cara berhubungan badan.

Setelah selesai berhubungan badan, tersangka kemudian mengirimkan SMS ke Retno, anak Sumarminah, dan meminta untuk disiapkan uang Rp 10 juta. Namun, karena SMS tidak ditanggapi, emosi tersangka pun memuncak.

“Seketika itu, tersangka mengambil kayu dan memukulkannya ke kepala korban hingga korban tewas,” tuturnya.

Setelah itu, tersangka memasukkan kepala korban ke dalam karung. Tadinya, tersangka berniat membakar korban, namun hal itu urung karena tersangka mendengar suara orang dari arah atas gunung.

Setelah membiarkan mayat korban di gunung, tersangka kembali ke rumahnya. Sampai akhirnya, pada 2 Januari, tersangka ditangkap polisi di depan ATM BNI Dramaga, Bogor.

Dari tersangka, polisi menyita barang bukti, di antaranya buku tabungan dan ponsel milik korban yang dikuasai oleh tersangka. Namun tersangka baru mengakui perbuatannya setelah tanggal 4 Januari 2017.

“Setelah ditunjukkan bukti-bukti, tersangka baru mengakui bahwa telah membunuh korban di Gunung Kapur,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka ditahan atas dugaan Pasal 328, 333 dan/atau 340 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun. (dtk/bogordaily)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu