BOGOR CITY

Bima Arya Kesal Dicueki Bos Angkutan Online

BOGOR DAILY – Fenomena maraknya kendaraan berbasis online yang belum memiliki ikatan hukum menjadi polemik di berbagai daerah. Menurut Wali Kota Bogor, Bima Arya, khusus laporan, keluhan masalah ojek dan atau taksi online ini hampir sama di setiap daerah.

Salah satunya, telah mengurangi pendapatan pengusaha maupun sopir angkutan umum. Hal itulah yang dinilai telah menimbulkan gejolak. “Kalau langkah kami tidak mungkin pelarangan, tapi pengaturan dan pengelolaan. Ada sistem kuota, dibatasi, di mana saja dan berapa jumlahnya, tidak bisa tidak terkendali,” jelas Bima

Sayangnya, ia merasa sulit berkomunikasi dengan pengusaha angkutan online yang ada di pusat. Padahal selama ini sering terjadi ketidaktertiban pengendara online di jalanan, Salah satu sebabnya karena mereka belum terwakili sebuah badan tertentu. Sementara, surat resmi yang dikirim pemkot Bogor hingga saat ini tidak direspon. alias dicueki.

“Kalau tidak datang, saya datangi markas besarnya di Jakarta, diontrog. Sebelumya sulit menghubungi, harus ada perwakilannya, sehingga kalau ada persoalan, kita koordinasi dengan siapa nya jelas, kalau mangkal di shelter dan sebagainya, kita hubungi siapa jadi jelas,” jelas Bima.

Bima menambahkan, Pemkot Bogor memiliki program transportasi sampai 20 tahun ke depan. Pengelola kendaraan online tentunya wajib mengikuti aturan. Menurutnya, mengatasi permasalahan ini juga dibutuhkan Peraturan Wali Kota (Perwali) dan lebih idealnya lagi ditetapkan Peraturan Daerah (Perda) (bd)

Komentar Anda?

To Top
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu