Protes Lahan Ditembok PT KAA, Warga Ontrog Kantor Desa Gunung Geulis

  • Whatsapp

 

BOGORDAILY- Ratusan warga menggeruduk kantor Desa Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Rabu (6/11/2019).

Read More

Mereka meminta ketegasan dari kepala desa soal PT Karunia Alam Abadi (KAA) yang saat ini memagar lahan yang sedang digarap warga sekitar.

Lahan seluas 69 Hektare tersebut terpecah menjadi beberapa sertifikat hak pakai atas nama PT KAA yang saat ini telah habis masa berlakunya. Semula lahan tersebut merupakan lahan HPL Pemerintah Kabupaten Bogor yang dikerjasamakan ke PT Karunia Alam Abadi (KAA) pada 1992 yang diperuntukan pembangunan tempat pariwisata terpadu.

Namun kerjasama tersebut rupanya tidak dimanfaatkan dengan baik. Lahan tersebut bahkan diduga ditelantarkan oleh PT KAA. Sehingga warga sekitar pun menggarapnya.

Bahkan penggarapan lahan tersebut jauh sebelum adanya kerjasama Pemkab Bogor dengan PT KAA. Penggarapan lahan tersebut sudah dilakukan secara turun temurun menjadi perkebunan masyarakat.

0

“Kita sudah puluhan tahun tinggal disini mengelolanya. Ini main tembok aja. Dan kenapa baru ditemboknya sekarang,” tegas Ahmad warga Desa Gunung Geulis meluapkan kekesalannya.

Tak hanya itu, sertifikat hak pakai yang dimiliki PT KAA atas tanah HPL Pemkab Bogor itu pun telah habis masa berlakunya. Selain itu, Pemprov Jabar juga sudah membatalkan izin lokasi yang telah dikantongi PT KAA. Bahkan, pihak BPN kanwil Jawa Barat juga menolak memproses pengajuan perpanjangan sertifikat hak pakai PT KAA pada 2002.

Dari video amatir berdurasi 1 menit 24 detik, terlihat Kepala Desa Gunung Geulis Menteng terlihat beradu argumen dengan salah seorang warga.

“Saya yang ke atas nanti (lokasi tanah) sama pak RT dan pak RW, saya terima kasih atas kehadiran bapak-bapak ke sini. Saya berterima kasih banget. Ini artinya bapak-bapak semua ingin permasalahan ini cepat selesai. Kalau itunya kami tahu, tapi untuk menghentikannya ini yang perlu adanya koordinasi terlebih dahulu,” terang Menteng, Kepala Desa Gunung Geulis.

Pada penggalan video lainnya, terlihat pemerintah desa bertemu dengan salah seorang warga berpakaian kemeja putih dengan peci putih, berdiskusi di area lahan pohon jati. Dalam video berdurasi 2 menit 28 detik ini, terlihat pemerintah desa mencoba berkomunikasi dengan warga yang mengaku sebagai pegawai PT KAA.

“Kaya dibenturin kanan kiri saya. Jangan sampai pemerintah desa yang disalahkan seperti ini, kita cari solusinya bareng-barenglah,” ucap Menteng.

“Sekarang mah gini aja, lihat dulu kerjaan saya. Lihat sana kerjaan saya apakah mengganggu. Bapak tau nomor bos saya, lawyer saya kan pada tahu. Bapak juga sering ketemu dengan bos saya, kemarin di dinas,” saut pegawai KAA dalam pembicaraan dalam video.

“Kapan? Ah belum pernah. Tidak pernah saya ketemu. Bahkan pengacara anda saya hubungi beberapa kali tidak mengangkat,” tegas Menteng.

Terpisah, Camat Sukaraja, Kabupaten Bogor Makmun Nawawi mengaku tidak bisa berkomentar apa-apa mengenai hal ini, lantaran pihaknya belum mendapatkan informasi. “Saya belum dapet info, takut salah kalau saya kalau komentar, nanti bingung juga saya mesti jelasin yang mana. Nanti saya cek dulu kadesnya. Mati handphone kadesnya. Nanti saya kabarin yah kalau sudah A1, masih simpang siur soalnya,” singkatnya saat dihubungi Metropolitan, kemarin.

Sementara itu, pemerintah Desa Gunung Geulis belum memberikan keterangan mengenai permasalahan ini. Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah Desa Gunung Geulis masih belum berikan penjelasan, sehingga berita ini belum terkonfirmasi. (met/og)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *