Dicari! Tiga Warga Kota Bogor yang Ingin Transmigrasi

BOGORDAILY – Kota Bogor hanya mendapat kuota tiga KK total sebanyak 279 Kepala Keluarga (KK) se-Jawa Barat, untuk mengikuti program transmigrasi tahun 2016 dengan pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Kepala Seksi (Kasi) Transmigrasi pada Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) Kota Bogor Ahmad Karyana menjelaskan, kuota itu bertambah satu dari yang sebelumnya di tahun 2015 lalu hanya dua KK.

Sama seperti pemberangkatan sebelumnya, para calon transmigran ini akan dibekali berbagai pengetahuan. Di antaranya mengenai pertanian, peternakan, perikanan, dan bahkan otomotif.

“Pelatihan ini akan diberikan di Balai Latihan Transmigrasi (Balatran) Bandung selama satu minggu, yaitu melalui Pendidikan Dasar Umum (PDU),” terang Ahmad.
Tak hanya itu, lanjut Ahmad, para calon transmigran juga akan mendapatkan fasilitas pemberangkatan secara cuma-cuma yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Nanti di lokasi transmigrasi juga mereka akan mendapatkan rumah berukuran 5X9 meter persegi, lahan pekarangan, dan pertanian (LU1) seluas satu hektar. Lalu, setahun kemudian mereka juga diberikan kembali lahan seluas satu hektar,” paparnya.

Dia menuturkan, para transmigran akan mendapatkan jaminan hidup berupa kebutuhan sembako, untuk empat jiwa setiap bulannya selama belum masa panen.

“Ini termasuk juga bibit tanaman dari pemerintah daerah setempat,” imbuhnya.

Meski demikian, masih kata Ahmad, jaminan hidup ini berbeda-beda dari setiap pemerintah daerah setempat. Pemerintah Provinsi Kalimantan contohnya, memberikan jaminan hidupnya selama 1,5 tahun. Sedangkan Sumatera dan Sulawesi masing-masing hanya selama satu tahun.

“Tetapi, dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat para transmigran juga akan mendapatkan bantuan berupa peralatan rumah tangga dan pertanian,” ujarnya.

Ahmad menerangkan, untuk program transmigrasi ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke seluruh wilayah kelurahan se-Kota Bogor. Namun begitu, diprioritaskan di wilayah kelurahan yang rawan bencana.

“Setelah terdata, nantinya warga yang berminat kemudian akan diseleksi lagi,” tuturnya seraya menambahkan untuk program transmigrasi tahun 2016 ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga telah mengalokasikan anggaran melalui APBD sebesar Rp 200 juta. (bdn)

One Comment

Bagaimana Komentar Kamu?