Asah Kreativitas dan Empati Anak dengan Bermain Peran

  • Whatsapp

BOGORDAILY – Bermain peran, seperti menjadi dokter, guru, atau polisi, bukan hanya menyenangkan tapi juga memiliki banyak manfaat positif bagi anak.

Berimajinasi menjadi seseorang yang lain terbukti dapat merangsang kreativitas anak, membuat anak belajar berempati, serta mengasah keterampilan sosialnya.

Read More

Nah, apa saja kemampuan perkembangan yang akan terasah jika anak bermain peran?

– Belajar perspektif berbeda
Bermain imajinasi bisa mendorong perkembangan sosial karena anak berpura-pura menjadi diri sendiri dan juga orang lain. Hal ini akan membuat anak menjelajahi dunia dari perspektif berbeda, dan juga membutuhkan pemikiran dari dua arah pada waktu bersamaan.

Jika anak berperan sebagai seorang ibu, ia harus membayangkan apa yang akan dilakukan jika bayi menangis atau rewel. Jika anak berperan sebagai hewan peliharaan, ia juga harus bisa mencoba berkomunikasi tanpa harus bicara, dan sebagainya.

Anak yang memiliki teman imajiner juga bisa memperkaya kemampuannya berteman tanpa harus menghadapi perilaku tak terduga dari orang lain.

– Mengasah kemampuan negosiasi
Saat anak bermain peran dengan temannya, mereka harus memperhatikan perilaku orang lain dan juga sinyal pesan secara jelas apa yang sedang dilakukan. Mereka juga memperhatikan sinyal dari partisipan permainan lainnya dan belajar bagaimana meresponnya.

Komunikasi semacam itu sebenarnya terjadi dalam interaksi di dunia nyata. Tetapi saat anak bermain fantasi, kemampuan ini lebih terasah. Anak belajar cara berkomunikasi, negosiasi, kompromi, kerja sama, dan koordinasi, agar permainan terus berlanjut.

– Anak lebih percaya diri
Penelitian menunjukkan, anak-anak yang kompeten biasanya lebih tertarik melakukan permainan peran. Anak yang mudah bergaul dan juga cerdas juga biasanya memiliki daya jelajah imajinasi yang luas. (kompas)

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *