PDAM Himbau Warga Kota Bogor Gunakan Toren Untuk Tampung Air

  • Whatsapp

BOGORDAILY – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Jawa Barat, menghimbau warga untuk menggunakan “toren” atau tempat penampungan air guna menjaga stabilitas keberlanjutan aliran air selama Ramadhan 1437 Hijriah/2016.

“Agar kualitas dan tekanan air yang digunakan pelanggan stabil, terutama pada saat jam tinggi pemakaian, sebaiknya gunakan toren,” kata Pjs Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Deni Surya Sanjaya kepada Antara, Selasa.

Menurut Deni, selama bulan Ramadhan terjadi pergeseran pola pemakaian air selama Ramadhan, yakni lebih tinggi saat malam hari.

Berbeda di hari biasanya pemakaian tinggi terjadi pagi 07.00 WIB sampai 09.00 WIB, dan dari pukul 17.00 sampai 19.00 WIB.

Baca Juga  Gara-gara Ambil Cacing Hutan, Penjual Jagung Ini Dipenjara

“Terjadi pergeseran pola pemakaian, selama Ramadhan ini tingkat pemakaian tinggi malam hari mulai dari pukul 18.00 WIB dan 03.00 WIB,” katanya.

Ia mengatakan perubahan ini dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat selama Ramadhan lebih banyak menggunakan air pada malam hari untuk keperluan berbuka puasa, Taraweh dan sahur.

Tekanan air dari pipa PDAM sampai ke konsumen normalnya sebesar 5 sampai 6 barr atau sama dengan 50 meter kolom air.

Pada puncak pemakaian tinggi, tekanan menurun menjadi 0,3 sampai 0,5 barr.

“Manfaatkan penggunaan toren, jadi pada saat puncak pemakaian tinggi, warga masih bisa menggunakan air dengan tekanan yang sama. Sekaligus dapat menghemat, dan takaran air bisa dibatasi,” kata Deni.

Baca Juga  Geger, Ada "Desa Lalat" di Pamijahan Bogor

Selain untuk mengantisipasi penurunan tekanan air, manfaat “toren” juga untuk menjaga pasokan air terutama saat terjadi kebocoran pipa, yang disebabkan oleh tingginya pemakaian pada jam-jam tertentu.

“Adanya perubahan pola pemakaiannya biasanya berpengaruh pada pipa, tidak menutup kemungkinan ada titik yang mengalami kebocoran,” katanya.

Menurutnya, wilayah yang kerap mengalami gangguan seperti pelanggan di zona satu, yakni seputaran Wangunrejo, Katulampa dan Sukasari.

“Sejauh ini kami memastikan pasokan air bersih untuk warga aman dan lancar. Dan kualitas kita jaga sesuai dengan standar kesehatan,” kata Deni.

Sumner : www.antaranews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *