Jabar, Jateng dan Jatim Dibanjiri Jagung Impor

Ilustrasi jagung/Foto: Dok. Kementan.

BOGOR DAILY – Pemerintah memutuskan impor jagung maksimum 100.000 ton tahun ini melalui Perum Bulog. Keputusan impor diambil dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jumat (2/11/2018).

Rapat lanjutan soal impor jagung digelar lagi Selasa (6/11/2028)di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menjelaskan, jagung impor dipasok ke tiga provinsi utama di Pulau Jawa yaitu Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa tengah.

“Sudah dipetakan oleh kementerian pertanian lah itu. Ada Jawa Timur, Jawa Barat wilayahnya mana aja, itu yang dikomunikasikan dengan Bulog kita arahkan supaya berkomunikasi dengan Pemda-pemda setempat,” kata dia kepada detikFinance di Kementerian Koordinator Perekonomian, Selasa, (6/11).

Ia menjelaskan, jagung impor yang khusus dikirim untuk pakan ternak ini akan dikirimkan ke sentra produksi peternak dan penghasil telur di tiga provinsi utama.

“Sentra-sentra ayam dan telur. Iya peternak, sampai saat ini Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur. Kabupatennya banyak lah ada Blitar, Boyolali, Bandung,” jelas dia.

Sebagai informasi, menurut Menteri Pertanian Amran Sulaiman Perum Bulog akan mengimpor jagung sebanyak 50 ribu ton. Angka tersebut hanya memenuhi setengah dari kuota yang ditetapkan dalam rapat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, yakni sebesar 100 ribu ton.

Amran mengatakan impor tersebut dilakukan hanya untuk mengontrol harga. Bila harga jagung sudah turun, maka impor tidak akan dikeluarkan.

“Ini baru mau impor 50 ribu oleh Bulog. Itu pun pemerintah yang impor bukan dilepas. Kalau mungkin harga turun, nggak mungkin dikeluarin sebagai alat kontrol saja,” kata dia di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (6/11). (detikcom/bdn)

Bagaimana Komentar Kamu?