Lebih dari Menutup Aurat, Ini Keutamaan Baju Gamis yang Sesungguhnya

 

BOGOR DAILY – SECARA umum dimanapun kita berada sebagai umat muslim memang wajib menggunakan pakaian tertutup dari ujung kepala hingga kaki juga wajah. Agar semua bagian tubuh bisa tertutup tanpa ada lekukan tubuh sedikitpun yang terlihat.

Bisa kita contoh pada masyarakat di Arab Saudi, sebagian besar mayoritas yang tinggal selalu menggunakan pakaian gamis atau abaya untuk keseharian. Sementara itu pada warga negara asing yang non-muslim wanita juga selalu menggunakan abaya walaupun tanpa hijab.

Tak sembarangan mereka bisa menggunakan pakaian serba tertutup dan bahan setebal itu, harus memiliki daya yang kuat untuk tetap konsistem sepanjang hidupnya. Dan ternyata semua ini ada arti sendiri loh, seperti yang di lansir dari berbagai sumber, makna dari pakaian serba tertutup, padahal cuaca di sana sangat terlihat panas dan gersang.

Tetapi wanita Arab kebanyakan menggunakan Abaya ini dirancang menjadi jubah hitam yang longgar, sehingga tidak akan menembus dari paparan cahaya, sehingga lekuk tubuhnya tidak jelas terlihat oleh lawan jenis. Untuk para lelaki sendiri lebih sering menggunakan gamis putih karena lebih mudah menyerap keringat.

Hal itu dikarenakan lelaki lebih sering banyak melakukan aktivitas di luar rumah, sehingga lebih nyaman untuk menggunakan gamis putih. Dan juga biasanya memakai bisht atau mishlah untuk melengkapi penampilannya.

Bisht merupakan jubah cokelat panjang, yang kadang-kadang juga berwarna hitam atau abu-abu. Jubah panjang ini, biasanya dihiasi garis emas pada bagian tepian kerahnya dan dikenakan untuk acara-acara khusus, seperti pernikahan.

Ibnu ‘Abbas berkata: Rasulullah Shalallahu ’alaihi wasallam bersabda:

“Pakailah pakaian putih, karena mereka adalah yang terbaik dari pakaian mu, dan kain kafan yang mati di dalamnya“. (HR: al-Tirmidzi, 994, hasan shahih).

Lalu apakah warna hitam tidak malah membuat mereka kegerahan? Ada yang berpendapat, warna hitam dipilih agar mereka terhindar dari perhatian laki-laki yang bukan muhrim.

Mereka juga sangat jarang keluar rumah, untuk urusan yang tidak penting, sehingga tidak akan berpengaruh meskipun cuaca sedang terik di luar sana. Tapi jangan salah, di balik abaya itu, mereka juga gemar mengenakan pakaian modis beraneka gaya dan warna.

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (Quran 33: 59). (sumber okezone.com/bdn)

 

Bagaimana Komentar Kamu?