Internal DPRD Kabupaten Bogor Mendadak Goyah, Pelantikan Bupati Bogor Terpilih Mau Diboikot?

Ketua Fraksi Persatuan Pembangunan Rakyat (F-PPR), Junaidi Syamsudin.

 

BOGOR DAILY – Jelang pelantikan Bupati Bogor terpilih pada 30 Desember, internal DPRD Kabupaten Bogor mendadak goyah untuk melantik pasangan Ade Yasin-Iwan Setiawan. Ini terlihat dari rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kabupaten Bogor yang berlangsung kemarin. Ketua Fraksi Persatuan Pembangunan Rakyat (F-PPR), Junaidi Syamsudin, mengatakan, dalam rapat tersebut sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bogor justru meminta dilakukan penundaan pelantikan terhadap Bupati Bogor terpilih, Ade-Iwan.

“Kemarin itu rapat Bamus cukup alot, karena ada yang minta ditunda. Akhirnya dilakukan voting,” kata lelaki yang akrab disapa Junsam itu. Menurut dia, pengambilan keputusan melalui voting terpaksa dilakukan lantaran beberapa fraksi lain meminta penyampaian visi misi bupati terpilih ditunda.Sebelum Bamus dimulai, rapat dengan agenda penetapan penyampaian visi misi bupati terpilih ini sempat molor beberapa jam dari jadwal yang ditetapkan pukul 10:00 WIB.

Namun akhirnya Bamus bisa dimulai pukul 13:00. “Kami tidak tahu alasan sebagian anggota Bamus tak kunjung hadir tepat waktu. Padahal dari koalisi pengusung Ade Yasin– Iwan Setiawan sudah kumpul sejak pagi,” katanya. Karena berlangsung alot, keputusan Bamus akhirnya diambil melalui jalan tengah yaitu voting. Dari 20 anggota Bamus yang hadir, 11 setuju dengan agenda penyampaian visi misi pada 31 Desember 2018, sementara 9 lainnya menolak.

“Perjuangan koalisi pengusung pasangan Ade Yasin–Iwan Setiawan agar 31 Desember agenda penyampaian visi misi di DPRD tak berubah membuahkan hasil, walaupun dalam rapat Bamus terjadi perdebatan sengit hingga keputusan jadi tidaknya penyampaian visi misi itu harus melalui voting,” terangnya. Ia menduga ada pihak yang berupaya memboikot acara pelantikan bupati Bogor.

Namun bagaimanapun, keputusan dari Rapat Bamus hal itu tidak terjadi. Selain itu, merujuk pada keputusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah ditetapkan pelantikan yang semula dilaksanakan pada Maret 2019 menjadi 31 Desember 2018. “Diduga ada yang mau boikot. Tapi saya kira semuanya sudah selesai. Kalau masih ada persoalan, jadwal pelantikan tidak akan ditetapkan. Nah, itu yang menjadi acuan kami agar tidak ada pergeseran atau perubahan agenda penyampaian visi misi,” tegasnya.

Terpisah, Wakil Bupati Bogor terpilih periode 2018–2023, Iwan Setiawan, mengatakan, masalah pelantikan merupakan ranah kemendagri. Ia tidak mengerti jika ada permintaan penundaan, terlebih jika disampaikan DPRD. “Bukan kewenangannya. Kalaupun ada  harus jelas apa masalahnya,” kata Iwan kepada Metropolitan, tadi malam. Yang jelas, masalah Pilkada dirasa sudah selesai bahkan di tingkat Mahkamah Konstitusi (MK).

Saat ditanya apakah permintaan penundaan ini akan berpengaruh pada jalannya pemerintahan ke depan, Iwan tak memungkiri itu. Namun, ia merasa eksekutif dan legislatif meruapakan dua unsur penyelenggara pemerintahan yang harus saling mendukung untuk pembangunan wilayah. “Pasti ada (pengaruhnya, red). Cuma harus diingat, hubungan eksekutif dan legislatif diibaratkan sisi mata uang.

Satu bangunan beda ruangan, sama-sama sebagai unsur penyelenggara pemerintahan. Kalau semangatnya sama untuk sama-sama membangun wilayah ya harus saling dukung,” jelasnya. Bagi Iwan, tidak ada istilah oposisi maupun koalisi karena sistem pemerintahan mengaturnya demikian. Tidak ada juga istilah menghambat pemerintahan karena semua punya perannya sehingga harus bersinergi.

“Jadi nggak ada istilah mau menghambat pemerintah. Itu yang harus dipahami kita semua. Bagusnya sih sinergi antara eksekutif dan legislatif biar semua program yang telah disepakati bersama lancar,” katanya. Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sudah memastikan jika pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bogor terpilih akan dilakukan pada 31 Desember 2018.

“Iya, pelantikan bupati Bogor terpilih pada 31 Desember,” kata RK, sapaan akrabnya. Bahkan, Bupati Bogor, Nurhayanti, mengaku Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menyiapkan pelantikan bupati dan wakil bupati Bogor terpilih Hj Ade Yasin–Iwan Setiawan.

Pihaknya pun telah menggelar rapat internal persiapan pelantikan dan serah terima jabatan tersebut. “Iya rapat persiapan. Kelihatannya sudah pasti (akhir tahun, red). Tapi, tanggalnya masih belum pasti apakah 30 atau 31 Desember Yang pasti pemkab sudah menyiapkan,” ujar Nurhayanti, belum lama ini. (fin/c/feb/py/bdn)

Bagaimana Komentar Kamu?