Membangun Desa

 

 

Oleh: Bupati Bogor Ade Yasin

 

Desa harus jadi kekuatan ekonomi

Agar warganya tak hijrah ke kota

Sepinya desa adalah modal utama

Untuk bekerja dan mengembangkan diri

 

Itulah penggalan lirik lagu Desa yang dicipatakan Iwan Fals. Lirik yang saya ingat sesaat sebelum hadir pada acara rapat bersama para kepala desa di pekan kedua saya menjabat bupati.

Desa sebagai bagian dari sistem pemerintahan daerah jangan lagi menggunakan cara-cara lama dalam menjalankan fungsinya. Namun harus mulai membuka diri terhadap inovasi dan kreatifitas. Karena dua hal tersebut adalah kunci dari era keterbukaan informasi seperti saat ini.

Jika inovasi dan kreatifitas diaplikasikan dalam pemerintahan desa, saya meyakini potensi ekonomi masyarakatnya perlahan akan terangkat. Bahkan manusia-manusianya pun akan lebih percaya diri mengembangkan sumber daya yang ada di desanya. Prinsipnya adalah desa yang berdaya, rakyatnya ikut berdaya.

Satu minggu kemarin saya mulai menggalakan kembali program Nongol Babat (Nobat). Ada beberapa remaja perempuan yang diduga kuat melakukan bisnis haram berhasil terjaring razia.  Program ini  berupaya menekan tumbuh suburnya berbagai penyakit masyarakat, seperti prostitusi, perjudian, geng motor dan lain-lain.

Program ini akan rutin saya jalankan, bekerjasama dengan kepolisian, satpol PP, tokoh agama dan masyarakat luas. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi tempat-tempat yang disinyalir menjadi praktik prostitusi dan kejahatan lainnya.

Ada hal yang cukup mengesankan saya selama perjalanan sebagai bupati satu minggu kemarin, yaitu berkumpul bersama 30-an anak muda inspiratif. Mereka hadir mewakili komunitasnya masing-masing. Dalam sesi dialog bersama mereka, saya banyak mendapatkan pengetahuan baru. Saya juga jadi semakin memahamai bahwa pembangunan bogor di era industri 4.0 harus melibatkan anak-anak muda kreatif, agar Bogor bisa cepat beradaptasi dengan perubahan-perubahan ke depan.

Selama dua minggu terkahir, saya banyak mendapatkan  komentar dan aduan dari warganet via akun sosmed tentang permasalahan Parung Panjang. Saya ingin katakan bahwa Pemerintah Daerah sampai detik ini terus melakukan upaya terbaik menyelesaikan masalah parung panjang.  Sudah ada sejumlah altenatif solusi yang disepakati, ada yanag bersifat sementara dan jangka panjang.  Namun memang, karena masalah ini melibatkan dua unsur pemerintahan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang, maka ada rangkaian tahapan yang harus dilalui. Insyaallah dalam minggu ini tindaklanjut hasil pertemuan dan kesepakatan jam tayang antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang segera terealisasi agar masalah Parung Panjang bisa segera diatasi. (*)

 

Bagaimana Komentar Kamu?