Dua PNS Pemkot Dipecat, Empat Disanksi

 

BOGORDAILY – Pegawai Negeri Sipil (PNS) di ling­kungan Pemkot Bogor, ru­panya masih banyak oknum yang membandel. Bahkan, dua PNS diberhentikan se­cara tidak hormat dan empat lainnya dikenakan sanksi tegas.

Kasubid Disiplin dan Ki­nerja Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kota Bo­gor, Wahyu Widayati, menga­takan, sepanjang 2018 ada enam orang yang dijatuhkan hukuman sedang dan berat. “Dua orang dipecat dan em­pat lainnya ditunda kenaikan gaji berkalanya hingga penu­runan pangkat,” katanya.

Setiap tahun, sambung dia, selalu ada PNS Kota Bogor yang bermasalah. Mulai dari ringan, sedang hingga berat. Pada 2015 ada 13 PNS yang dikenai hukuman disiplin. Lalu pada 2016 turun men­jadi delapan PNS dan 2017 sebanyak delapan orang. Un­tuk kasus tindak pidana ko­rupsi (tipikor, red) dari 2012-2018, PNS yang terlibat kasus tipikor ada sembilan orang. “Sebenarnya dari tren itu menurun. Tapi dari jenis ka­sus itu berat. Ada juga yang tanpa proses, itu dilihat dari kesalahannya,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Ba­rat memberhentikan 22 Apa­ratur Sipil Negara (ASN) yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Pemberhen­tian tersebut sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yang dikeluarkan September 2018.

Dalam SKB yang ditanda­tangani Menteri Dalam Ne­geri Tjahjo Kumolo, Menpan RB Syafrudin dan Kepala Ba­dan Kepegawaian Nasional Haria Wibisana tertulis agar memberhentikan ASN atau PNS yang terlibat tindak pi­dana korupsi dan telah ber­kekuatan hukum tetap hing­ga awal 2019.

Menindaklanjuti SKB terse­but, Pemprov Jabar melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) telah menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak hormat kepada 22 orang, ter­diri dari delapan ASN aktif dan 14 pensiunan pada 21 Januari.(ads/c/yok/py)

 

Bagaimana Komentar Kamu?