Terapkan Rekayasa Lalin di CGM, Satlantas Kota Bogor Kerahkan 150 Personel

BOGORDAILY – Demi memeriahkan perayaan Cap Go Meh (CGM) 2019, sekaligus Bogor Street Festival yang bakal berlangsung pada Selasa (19/02) mendatang di sepanjang jalur Surya Kencana, sejumlah langkah persiapan terus dilakukan.  Tak urang 150 personel pengamanan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kota Bogor, akan diterjunkan melakukan pengamanan rekayasa rekayasa lalu lintas dalam upaya mengurai kemacetan bakal terjadi pada hari H.

Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol Bramastyo Priadji mengatakan, meskipun  pihaknya belum merumuskan titik mana saja yang dapat mengurai kemacetan, namun pihaknya sudah menyiapkan personel yang nantinya akan bertugas melakukan rekaya lalu lintas.

“Untuk rekayasa lalu lintas pasti kita berlakukan, tapi untuk titik-titikanya akan kita bahas terlebih dahulu dalam rapat koordinasi,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Menurutnya, ratusan personel pengamanan dari berbagai unsur, dipastikan bakal ikut ambil bagian demi kelancaran festival seni dan budaya ini. “Kita rapatkan, kita kordinasakan dahulu dengan semuanya. Yang jelas 150 personel itu baru dari lantas saja,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Bogor Street Festival CGM 2019 Arifin Himawan mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya untuk teknis pengamanan kepada pihak berwenang. Bogor Street Festival CGM 2019 sendiri, akan dimulai dari depan Vihara Dhanagun menuju Jalan Siliwangi simpang tiga.

“Untuk rekayasa lalu lintas, sepenuhnya kami serahkan kepada pihak kepolisian beserta dinas perhubungan. Saat ini juga meraka sudah beberapa kali menggelar rapat koordinasi,” ungkapnya.

Souvenir khas Cap Go Meh yang banyak dijual saat perayaannya.(KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia).

Pria yang akrab disapa Ahim itu mengatakan, Berbeda dengan tahun lalu, pesta rakyat CGM 2019 kali ini akan dibalut dengan sebuah konsep baru, yaitu pertunjukan lighting. kemasan pertunjukan lighting itu akan diawali dengan pergelaran seni budaya dan karnaval dari sejumlah sanggar, komunitas dan masyarakat yang dibungkus dalam tema “Katumbiri Lighting Festival”.

Sambungnya, makna dari seni pertunjukan lighting itu menggambarkan bahwa Kota Bogor mampu memberikan keindahan dalam perbedaan dan keberagaman yang menyatu dalam kemasan budaya. Spirit itu, menurutnya, sejalan dengan semangat pesta rakyat CGM yang mengusung keberagaman dan perbedaan justru membentuk kekayaan yang indah bagi nusantara.

Dia menegaskan, Kota Bogor secara konsisten ingin memperlihatkan semangat toleransi dan pluralisme yang selalu dipelihara sebagai bagian dari masyarakat besar di Indonesia. “Upaya memelihara toleransi kehidupan ini menjadi bagian dari semangat Pesta Rakyat CGM. Nanti juga kami akan mengundang kedutaan Taiwan dan India, untuk ikut hadir bersama kita semua,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Shahlan Rasyidi menuturkan, Pesta Rakyat CGM merupakan agenda budaya yang menarik dan mampu mendorong nilai pariwisata. Selain itu, Syahlan juga bakal mengundang sebanyak tujuh sanggar yang nantinya akan memeriahkan perhelatan Bogor Street Festival juga CGM 2019.

“Kita juga akan mengundang tujung sanggar dari luar Kota Bogor, diantaranya Sumedang, Ciamis, Cirebon, Bandung, Indramayu, Surabaya dan Kabupaten Bogor,” paparnya.

CGM juga pernah ditetapkan sebagai aset pariwisata nasional dalam mengampanyekan Pesona Indonesia oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Ini menjadi strategis bagi Kota Bogor karena setiap tahun sekitar 100.000 pengunjung dari dalam dan luar Kota Bogor datang menghadiri acara tersebut. “Saya kira ini merupakan salah satu bentuk agenda budaya yang layak menjadi bagian dari destinasi kepariwisataan nasional,” tutupnya. (*/bdn)

 

Bagaimana Komentar Kamu?