Empat Orang KPPS di Bogor Jatuh Sakit, Satu Ketua KPPS Meninggal

Pekerja mengangkat logistik Pemilu 2019 di Gudang KPU Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat 12 April 2019. KPU Kabupaten Bogor mulai mendistribusikan logistik Pemilu 2019 untuk 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) terbanyak se-Indonesia yaitu 3.494.743 pemilih. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

 

BOGORDAILY – Komisioner Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bogor, Herry Setiawan mengatakan, hingga H+2 pelaksanaan Pemilu 2019, sedikitnya 4 Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS yang jatuh sakit, salah satu diantaranya meninggal dunia.

Herry mengatakan, dugaan penyebab banyaknya petugas KPPS yang jatuh sakit itu akibat padatnya aktifitas Pemungutan Penghitungan Suara (P2S) yang hingga saat ini, salah satu proses itu masih berlangsung yakni proses hitung suara.

“Memang aktifitas pungut hitung ini kan full pagi sampai malam, belum lagi penulisan berita acara yang harus detil dan teliti, sehingga tak sedikit petugas KPPS yang lalai terhadap kondisi badan,” kata Herry dikonfirmasi Tempo, Jumat (19/4/19).

Herry mengatakan, selain aktifitas P2S yang padat, faktor cuaca juga dianggap sebagai faktor pendukung kejadian tersebut.

“Ya kita tau cuacanya lagi kurang bagus, mungkin sebelumnya ada petugas KPPS yang sakit akibat cuaca, dan pada hari H mereka tetap bertugas,” kata Herry.

Herry menampik adanya riwayat penyakit bawaan yang dialami oleh petugas KPPS menjadi salah satu faktor, pasalnya sebelum menjadi KPPS, pihaknya bekerjasama dengan Dinkes Kabupaten Bogor melakukan cek kesehetan.

“Sebelum Bimtek KPPS, kami sudah cek kesehatan jadi tidak ada penyakit bawaan, murni karena kelelahan,” kata Herry.

Berdasarkan data yang masuk, kata Herry, ketua KPPS yang jatuh sakit diantaranya terjadi di TPS 09 dan 10 Desa Karya Mekar, Kecamatan Cariu, TPS Desa Cibatok Dua, Cibungbulang.

Sementara itu, Ketua KPPS TPS 09 Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Jaenal, 56, akhirnya meninggal dunia.

“Ini baru data sementara, kami masih terus mendata, agar para petugas KPPS yang sakit saat bertugas mendapat fasilitas optimal,” kata Herry. (tempo.co/bdn)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *