H-5 Pemilu, Kabupaten Bogor Minta Prioritas Tambahan Surat Suara

  • Whatsapp
Peserta kerusuhan memukul tameng satuan Sabhara Polres Bogor dalam simulasi di depan kantor KPU, Kabupaten Bogor, 29 April 2016. Simulasi tersebut juga untuk persiapan menghadapi Pilkada serentak 2017. ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Peserta kerusuhan memukul tameng satuan Sabhara Polres Bogor dalam simulasi di depan kantor KPU, Kabupaten Bogor, 29 April 2016. Simulasi tersebut juga untuk persiapan menghadapi Pilkada serentak 2017. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

 

BOGORDAILY – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor menyatakan masih kekurangan puluhan ribu lembar surat suara saat Pemilu 2019 kurang dari sepekan lagi digelar 17 April mendatang. Wilayah ini berkembang memiliki 15 ribu TPS sehingga menjadi yang terbesar dan disadari paling rawan untuk tingkat kota dan kabupaten di Indonesia.

Read More

Ketua KPU Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni, menerangkan data terakhir kekurangan surat suara di Bumi Tegar Beriman kurang lebih sebanyak 34.845 surat suara. “Sebagian sih sudah terpenuhi, itu pun kami yang jemput bola langsung ke percetakan,” katanya saat ditemui, Kamis (11/4/19).

Ummi mengatakan, kekurangan surat suara tersebut telah dilaporkan ke KPU RI untuk segera ditindaklanjuti. Dia juga menambahkan mengetahui bahwa kekurangan surat suara bukan hanya terjadi di Kabupaten Bogor.

“Tapi Kabupaten Bogor merupakan wilayah terluas dan terbanyak Daftar Pemilih Tetap (DPT), sehingga wajar jika Bogor meminta prioritas penambahan kekurangan surat suara,” katanya lagi.

Ummi mengatakan, kekurangan surat suara yang ada merupakan akumulasi dari kekurangan saat pengiriman dan surat suara rusak yang ditemukan saat dilakukan penyortiran. Surat suara yang rusak sebanyak 2.531 lembar dari total surat suara yang masuk 17.690.791 lembar, “Itu belum sama sekali mendapat penggantian,” kata Ummi.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Irfan Firmansyah mengatakan, Kabupaten Bogor termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi pada Pemilu 2019. Ada beberapa dimensi yang diukur kerawanannya. “Paling tinggi ada pada dimensi partisipasi politik dan kedua penyelenggara pemilu bebas dan adil,” kata Irfan. (tempo.co/bdn)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *