Bahas Pengendalian Tembakau, Kota Bogor Tuan Rumah AP – CAT Ke-4

Kota Bogor, Bima Arya didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat memimpin rapat koordinasi (Rakor) persiapan AP-CAT yang diikuti para pembina Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (14/5/19).

 

BOGORDAILY – Kota Bogor pada 24-26 September 2019 mendatang mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah penyelenggara pertemuan ke-4 Asia Pacific Cities Alliance for Tobacco (AP – CAT) di IPB Convention Centre (ICC).

Acara yang membahas mengenai pengendalian tembakau tingkat internasional tersebut diikuti 40 kota/kabupaten dari 12 negara anggota AP-CAT yang akan dibuka Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara,

Untuk mempersiapkan acara tersebut, Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat memimpin rapat koordinasi (Rakor) persiapan AP-CAT yang diikuti para pembina Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (14/5/19).

Dalam arahannya Bima menyebutkan, ada empat faktor yang membuat Kota Bogor dianggap paling maju dalam konteks pengendalian tembakau, yakni regulasi, program, konsistensi dan inovasi.

Bima menegaskan, penunjukan Kota Bogor sebagai tuan rumah pertemuan ke-4 AP-CAT Tahun 2019 sebagai momentum strategis.

“Kita memiliki regulasi yang dianggap paling maju. Hasilnya membuktikan bahwa regulasi tersebut berdampak bagi perkembangan Kota Bogor kearah yang lebih sehat dengan tidak mengganggu Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya,” kata Bima.

Selain itu ada program-program yang dirasakan menarik dan menginspirasi. Salah satu contohnya Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) yang melibatkan ASN dan para siswa.

Mengenai konsistensi Kota Bogor dalam mengawal regulasi, yakni ikut dalam jaringan-jaringan internasional, konsistensi untuk terus mengajak kota-kota lain di Indonesia mengikuti jejak Kota Bogor dengan berbagi pengalaman. Terakhir adalah inovasi dalam hal kegiatan maupun regulasi serta yang lainnya.

Bima menegaskan, penunjukan Kota Bogor sebagai tuan rumah pertemuan ke-4 AP-CAT Tahun 2019 sebagai momentum strategis. Untuk itu ia meminta kepada semua OPD untuk mempersiapkan secara serius dalam bentuk program serta kegiatan guna mendukung penyelenggaraan pertemuan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Rubaeah dalam laporan menyebutkan, AP-CAT adalah jejaring/perkumpulan dari Wali Kota dan Bupati se Asia Pasifik yang memiliki komitmen dalam pengendalian tembakau yang dibentuk pada bulan November 2016 dengan Ketua Bima Arya (Wali Kota Bogor-Indonesia) dan Wakil Ketua Francis Anthoni S. Garcia (Wali Kota Balanga-Filipina).

Menyinggung pengendalian tembakau kata Bima, tidak hanya persoalan regulasi atau Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Namun tentang revolusi kultural Kota Bogor dalam rangka membangun perilaku agar peduli terhadap kesehatan. Kedepan akan dibuat pendekatan baru yang fokus pada preemtif dan preventif, bukan hanya kuratif.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Rubaeah dalam laporan menyebutkan, AP-CAT adalah jejaring/perkumpulan dari Wali Kota dan Bupati se Asia Pasifik yang memiliki komitmen dalam pengendalian tembakau yang dibentuk pada bulan November 2016 dengan Ketua Bima Arya (Wali Kota Bogor-Indonesia) dan Wakil Ketua Francis Anthoni S. Garcia (Wali Kota Balanga-Filipina).

Pertemuan yang diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Kesehatan RI, The Union, dan Pemkot Bogor rencananya akan dihadiri 100 orang peserta, 30 pimpinan daerah kota/kabupaten di Indonesia, Ketua DPRD Pusat, DPRD Daerah di Indonesia, pimpinan kota/kabupaten negara lain se-Asia Pasifik. (humpro:rabas/adt-sz/bdn)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *