Wakil Wali Kota Bogor  Resmikan Operasi Pasar Cabai Jelang Idul Adha

  • Whatsapp

 

BOGORDAILY – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim membuka kegiatan Operasi Pasar Cabai Menjelang Hari Raya Idul Adha di Toko Tani Indonesia Center (TTIC), Jalan Tentara Pelajar Cimanggu, Jumat (9/8/19) pagi. Kegiatan ini merupakan upaya Kementerian Pertanian (Kementan) melalui TTIC Badan Ketahanan Pangan (BKP) dalam melakukan stabilisasi harga cabai.

Read More

Dari Kementan, turut hadir Kepala BKP Agung Hendriadi dan Sekretaris Badan Riwantoro. Sementara dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor hadir dari jajaran dinas terkait dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Di kesempatan itu, Dedie menuturkan, pada bulan Juli inflasi di kota Bogor mencapai 0,9, padahal tahun lalu pada periode yang sama hanya 0,19. Meningkatnya angka inflasi ini akibat naiknya harga cabai dan bawang.

“Melalui TTIC dan TTI, yang menjual cabai dan komoditi lainnya dengan murah, diharapkan dapat menurunkan inflasi di kota Bogor. Ini adalah solusi konkrit dan nyata,” ujar Dedie.

Dengan hadirnya TTIC, sambung Dedie, ia mengapresiasi dan berterima kasih terhadap apa yang telah dilakukan BKP Kementan. “Saya sangat mengapresiasi kehadiran TTIC di kota Bogor. Melalui TTIC dan TTI yang tersebar di 87 lokasi di Bogor, selain memudahkan masyarakat membeli cabai, juga berkontribusi dalam pengendalian inflasi,” katanya.

Di lokasi yang sama, Kepala BKP Agung Hendriadi menambahkan, upaya Kementan melalui TTIC BKP melakukan stabilisasi harga cabai terus dilakukan. Berbagai aneka cabai yang dijual di TTIC Bogor berkisar Rp35.000 dan Rp40.000 Sedangkan di pasaran masih bertengger di angka Rp 70 ribuan.

“Kalau kemarin kita lakukan gelar cabai murah di Jakarta, dan membagikan bibit cabai kepada masyarakat, hari ini bersama Wakil Walikota Bogor, kami lakukan di TTIC Bogor. Melalui upaya ini, diharapkan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan harga cabai akan stabil kembali,” ungkap Agung.

Menurut Agung, TTIC merupakan instrumen strategis dalam intervensi komoditi harga pangan yang bergejolak. Antara lain dengan menggelar pangan murah berkualitas.

“Kami bisa menjual dengan harga murah karena dipasok dari petani. Kalau harga jatuh, kami pun turun tangan membeli dengan harga yang menguntungkan petani, sehingga petani tidak rugi. Jadi, petani untung, konsumen tersenyum,” katanya. (humpro :alif/ryan/magang:sopi/faisal-sz/bdn)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *