Asmara Penjual Nasi, Tukang Becak dan Puji Rahayu

  • Whatsapp
Budiono saat dihadirkan dalam jumpa pers (Foto: Enggran Eko Budianto)

BOGORDAILY – Pembunuh Achmad Dwi Antoko alias Antok (21), penjual nasi di Jombang akhirnya dibekuk. Pelaku merupakan seorang tukang becak. Kasus pembunuhan ini dipicu oleh kisah cinta segitiga. Pelaku adalah Budiono (48), warga Dusun Jatisari, Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Jombang. Sehari-hari, Budiono bekerja sebagai tukang becak yang biasa mangkal di simpang 4 RSUD Jombang.

“Sekitar 24 jam dari kejadian, pelaku kami tangkap di Jalan Raya Ploso-Babat ketika pelaku melakukan aktivitas sehari-hari,” kata Kapolres Jombang AKBP Boby Paludin Tambunan saat jumpa pers di kantornya, Jalan KH Wahid Hasyim, Kamis (3/10/19).

Read More

Budiono berjalan terpincang-pincang karena betis kaki kanannya ditembus timah panas polisi. “Saat ditangkap, pelaku berusaha kabur sehingga kami berikan tindakan terukur,” kata Boby.

Boby menjelaskan Budiono tercatat sebagai residivis kasus perjudian yang diringkus tahun 2009 silam. Saat itu dirinya menjabat Kasat Reskrim Polres Jombang.

Pembunuhan sadis terhadap Antok ternyata dipicu persoalan cinta segitiga. Pelaku cemburu buta setelah tahu kekasihnya, Puji Rahayu (37), juga menjalin hubungan dengan korban.

“Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi dan interogasi terhadap pelaku, motifnya cinta segitiga. Pelaku dan korban sama-sama menyukai seorang wanita berinisial PR (Puji Rahayu),” kata Boby.

Budiono dengan Puji menjalin hubungan asmara sejak April 2019. Budiono berstatus duda, sedangkan Puji mempunyai suami yang kini berada di Kalimantan. Puji belum mempunyai anak dari suami sahnya itu.

Meski berpacaran dengan Budiono, diam-diam Puji juga jatuh hati pada Antok. Padahal usia mereka terpaut 14 tahun. Hubungan mereka pun diketahui oleh Budiono, sehingga tukang becak yang biasa mangkal di simpang empat RSUD Jombang itu sakit hati dan ingin membunuh Antok.

“Pada Rabu, 2 Oktober 2019, sekitar pukul 09.30 WIB, pelaku memergoki korban di rumah PR sehingga timbul rasa cemburu. Sempat ada cekcok mulut, lalu keduanya berkelahi,” terang Boby.

Budiono menyerang Antok dengan pisau dapur. Korban menderita enam luka tusukan di beberapa bagian tubuhnya. Pemuda yang biasa berjualan nasi lalapan di Alun-alun Jombang itu tewas akibat kehabisan darah saat berusaha kabur di tepi jalan nasional Surabaya-Madiun.

Jaraknya sekitar 30 meter dari rumah Puji. Mayat Antok baru ditemukan pengguna jalan sekitar pukul 10.00 WIB. Dia tewas bersimbah darah dengan posisi sujud. (detikcom/bdn)

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *