Peserta Membludak, Pelamar CPNS Incar Posisi Ini di Pemkab Bogor

  • Whatsapp
SURABAYA, 11/11 - CPNS DEPKUMHAM. Seorang pengawas berada di antara peserta ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) Depkumham, di Gelora Pantjasila Surabaya, Rabu (11/11). Sebanyak 1400 peserta mengikuti ujian CPNS di lingkungan Depkumham wilayah Jatim, dari 70 PNS yang dibutuhkan. FOTO ANTARA/Eric Ireng/ed/pd/09

BOGORDAILY- Sebanyak 22.161 orang tercatat sebagai pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Dari jumlah tersebut, Pemkab Bogor sengaja tidak memperpanjang pendaftaran CPNS karena membeludaknya pelamar yang memperebutkan 839 kuota atau formasi.

Read More

Formasi ini diklasifikasikan berdasarkan kebutuhan Pemkab Bogor yakni, tenaga kependidikan atau guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.

Artinya,kesempatan untuk mendaftar sebagai abdi negara di tahun ini sudah tertutup. Sampai akhir masa pendaftaran, terdapat sejumlah instansi yang juga masih minim peminat.

Kendati demikian, jumlah pelamar yang sampai 22 ribuan itu nyatanya masih jauh dari harapan jumlah ASN yang diinginkan Pemkab Bogor, terutama tiga kategori di atas.

“Yang dibutuhkan Kabupaten Bogor belum terpenuhi, yang jelas tenaga guru, tenaga kesehatan itu ya jenisnya baik medis atau para medis dan teknis tertentu lainnya yang memang beberapa kekurangan,” ujar Kepala Bidang Formasi pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor Susi Hastuti.

Meski begitu kata Susi, jumlah pelamar terbanyak masih didominasi tenaga guru dan tenaga kesehatan, di antara instansi yang banyak diminati itu adalah guru kelas 3.445 atau 15,55 persen, bidan 2,106 atau 9,50 persen dan perawat 1,643 atau 7,41 persen.

“Faktornya karena lulusannya banyak kan, seperti bidan, perawat, guru itu kan melimpah sekali makanya pendaftar itu banyak,” ujarnya.

Sementara formasi yang memiliki sedikit pelamar, yakni formasi pelaksana arsiparis 2 orang, pengelolaan kesejahteraan sosial 2 orang dan pengelola pelayanan rehabilitasi sosial dan lansia paling sedikit yaitu 1 orang.

“Dia mungkin mengira peluangnya kecil sehingga dia memilih ke instansi lain yang lebih banyak peluangnya. Untuk jabatan tersebut (sosial) memang sedikit diberikannya,” terang dia.

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *