BES 2019, Bupati Gaet Menteri Kupas Tuntas 8 Isu Strategis

  • Whatsapp

BOGORDAILY-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bakal menggelar forum bertajuk Borderline Economic Summit (BES) 2019 pada Kamis besok, 12 Desember 2019. Bertempat di Royal Tulip Gunung Geulis Resort and Golf, sejumlah menteri dan kepala daerah akan diundang mengikuti forum ini.

Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah mengatakan, kegiatan ini sengaja digelar untuk mensinergikan Percepatan Pembangunan di Kawasan Perbatasan. Berbagai isu akan dibahas, khususnya berkaitan dengan infrastrukur lintas wilayah, pengembangan kawasan wisata dan promosi investasi.
Di antaranya, pembangunan jalan khusus tambang, penanganan kali Bekasi, pengembangan TOD, pembangunan jalan Poros Tengah Timur, penghubung Tol Cimanggis-Cibitung, pengendali banjir di Puncak, LRT dan twin Geopark Pongkor dan Ciletuh.

Read More

“BES menjadi sarana membentuk kekuatan yang lebih besar yang berasal dari masing – masing daerah untuk dapat disinergikan menghadapi ancaman lingkungan/permasalahan yang rumit,”ujar Syarifah

Adapun, sejumlah kepala daerah yang diundang yakni mereka yang wilayahnya berbatasan dengan Pemkab Bogor. Seperti, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok dan Kota Tangerang Selatan. Lalu Kabupaten Lebak, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Purwakarta.

Sedangkan sejumlah menteri yang diundang adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Ada juga tiga gubernur yang turut diundang, yaitu Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Banten dan Gubernur Jawa Barat.

Berdasarkan rencana pelaksanaan BES 2019, ada 8 isu yang akan dikupas tuntas dalam fokus pembangunan regional lintas wilayah. Salah satunya soal realisasi pembangunan Jalan Poros Tengah Timur.

Dari total panjang yang direncanakan, telah dilakukan pekerjaan sepanjang 25 km. Pengerjaan ini dibagi dalam dua tahap. Yakni, tahap pertama yang menghubungkan Sentul dan Cipanas dengan total panjang 48,7 km.

Dan, tahap kedua dengan total panjang 18,5 KM, mulai dari Wargajaya hingga Green Canyon. Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, salah satu tujuan didorongnya proyek Jalan Poros Tnegah Timur yakni untuk mengatasi kemacetan puncak.

“Di samping itu, dengan jalur ini juga kami ingin mendorong pengembangan dan pertumbuhan ekonomi wilayah Bogor Timur,”terangnya.

Ia juga menginginkan agar dengan keberadaan akses tersebut dapat mempermudah akses ke objek wisata alam Green Canyon

“Pada intinya dengan pembangunan infrastruktur diharapkan menjadi pemicu dalam mendorong sektor lainnya. Mencakup distribusi pertanian dan kunjungan wisata sebagai penggerak ekonomi baru di wilayah Timur. Makanya semuanya itu pelru disinergikan dengan daerah lain. Dan di BES itu akan dibahas,”paparnya.

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *