Kecelakaan Cren di Tol BOOR, Anggota Komisi 3 DPRD Kota Bogor Wanti-wanti PT Sarana Marga Jabar

  • Whatsapp
Sebelumnya pada Rabu (10/7/19), material beton proyek jalan Tol Bogor Ring Road (BORR) seksi 3A arah Parung, tepatnya di pier 109 di depan Perumahan Taman Sari Persada Kota Bogor tumpah ke jalan raya.

BOGORDAILY – Anggota Komisi 3 DPRD Kota Bogor Pepen Firdaus, melontarkan keprihatinannya atas peristiwa patahnya lengan crane berkapasita 35 ton di proyek Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi IIIA, Kota Bogor, saat mengangkat besi pada Senin (2/12/19)malam.

Anggota Fraksi Partai Gerindra ini meminta supaya kontraktor pelaksana lebih memperhatikan keselamat pengguna jalan, maupun warga yang ada di sekitar lokasi pembangunan jalan layang. “Pihak pelaksana harus dapat memperkecil kemungkinan-kemungkinan terjadinya kecelakaan,” kata Pepen, Selasa (3/12/19).

Read More

Peristiwa ini, ungkap Pepen merupakan yang kedua kali. Sebelumnya pada bulan Juli lalu material beton proyek jalan Tol Bogor Ring Road (BORR) seksi 3A arah Parung, tepatnya di Pier 109 di depan Perumahan Taman Sari Persada Kota Bogor tumpah ke jalan raya.

“Jangan sampai ada kejadian yang ke tiga kali, ” ujar Pepen mewanti-wanti.

Anggota Komisi 3 DPRD Kota Bogor Pepen Firdaus.

Dalam pengerjaan proyek besar seperti itu lanjut Pepen, tentu ada standar operasi prosedur. Pengawasan SOP harus berjalan supaya sekecil apaun potensi kecelakaan bisa segera disadari sehingga dapat cepat ditangani. “Jangan menyepelekan nyawa orang. Lakukan pekerjaan dengan teliti dan penuh kehati-hatian,” ujarnya.

Dikesempatan ini Pepen, menyampaikan juga rasa prihatinnya kepada korban yang bangunan rumah serta tempat usahanya mengalami kerusakan. “Insyaallah saya akan ke lokasi ngecek kondisi bangunan yang rusak milik warga,” janji Pepen.

Sebelumnya diberitakan lengan crane di proyek Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi IIIA, Kota Bogor, patah saat mengangkat besi pada Senin (2/12/2019) malam. Direktur Utama PT Sarana Marga Jabar Hendro Atmodjo menyebut patahnya rangka crane diduga karena posisinya yang tidak stabil saat mengangkat besi casing bore pile.

“Pukul 21.50 WIB, lengan crane atau alat pengangkat patah saat mengangkat casing bore pile di off ramp Kayu Manis R17 B2. Pembungkus beton itu mau diangkat, mungkin posisinya tidak stabil. jadi patah,” kata Hendro, Selasa (3/12/19). (bdn)

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *