Pasokan Fisik KTP Elektronik Kurang, Disdukcapil Kota Bogor Prioritaskan PRR

  • Whatsapp

BOGORDAILY – Minimnya pasokan blangko KTP elektronik yang hanya mencapai 500 blanko per bulan, mamaksa Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor, membatasi pencetakan blangko e-KTP. Saat ini prioritas pencetakan hanya untuk Print Ready Record (PRR).

“Bagi warga yang KTP nya hilang atau rusak belum bisa dilayani. Mereka hanya bisa memakai Surat keterangan (Suket) dari kecamatan masing-masing,” terang Kabid Penyajian Informasi Administrasi Kependudukan Disnas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor Dra C. Ari Setyaningsih, Msi, Selasa (10/12/19).

Pelayanan perekamam, lanjut Ari, tidak melulu dilakukan di Kantor Disdukcapil atau Mal Layanan Publik (MPP) yang berada di Plaza Keboen Raya, namun bagi warga yang tengah sakit. Pelayanan bisa dilakukan di rumah mereka.

Saat ini di Kota Bogor perekaman data kependudukan sudah mencapai 98% atau 13.000 warga. Dengan jumlah itu, idealnya pasokan blangko KTP elektronik minimal harus  mencapai 3.000 blangko. Sedangkan dua persen sisanya merupakan warga yang tinggal di kawasan perumahan elit.

“Warga yang tinggal di perumahan elit sulit ditemui. Mungkin mereka merasa tidak perlu karena sudah memiliki KTP elektronik di daerah lain,” papar Ari.

Ari menjelaskan pasca pemilu 2019, pasokan fisik KTP elektronik menurun terlebih setelah putusan Mahkamah Kontitusi (MK), tentang UU Pemilu Tahun 2017, pasal 346 yang menyatakan bahwa KTP elektronik merupakan identitas resmi dalam pemilu. Namun karena kekurangannya sangat banyak, kata Ari, hingga akhirnya keluar putusan MK yang menyatakan e-KTP bukan satu satunya identitas resmi untuk mencoblos dalam pemilu. “Suket merupakan identitas resmi lainnya yang bisa digunakan,” ucap Ari. (dik/bdn)

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *