Yayasan Setia Negara Kukuhkan Kepengurusan Baru

  • Whatsapp

BOGORDAILY – Yayasan Setia Negara menggelar pelantikan Pengurus periode 2019- 2024 sekaligus merayakan ulang tahun yang ke 12 dengan tema “Bersama untuk Indonesia yang Lebih Baik” di Ballroom Hotel Pakons Prime Jalan Daan Mogot No. 62 Kota Tanggerang, Sabtu (30/11/19) malam.

Ketua Umum periode 2019-2024. Dr. Djong Hermanto, menyampaikan ia bersama pengurus dan anggota akan terus berkomitmen membangun kebersamaan, menjaga amanat tujuh pendiri Yayasan Setia Negara dalam membantu kemajuan Indonesia, tanpa membedakan Ras, suku, etnis maupun agama.

Read More

“Saya sebagai Ketua dan seluruh Pengurus tidak bisa bekerja sendiri. Tanpa kerjasama dan saling membantu bersama seluruh anggota untuk kebaikan bersama,” katanya.

Sejak awal berdiri pada 2002 hingga 2019, Yayasan Setia Negara terus menjalankan kegiatannya dan rutin membantu pendidikan melalui memberikan beasiswa, membuka lapangan pekerja melalui para pengusaha, serta menyisihkan penghasilan para anggota untuk kegiatan-kegiatan sosial, seperti membantu pembangunan tempat ibadah, mesjid, wihara dan rumah warga yang tidak layak tinggal.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Singkawang Tjhai Vhui Mie, Bupati Sambas H. Atbah Tomin Suhaili, Anggota DPR Darmadi Durianto, Ir. Didik Eka Putra, petinju nasional Daud Yordan, tidak ketinggalan Kabag Hukum dan HAM Kota Bogor Alma Wiranta sebagai Dewan Kehormatan.

Dihadiri pula Ketua DPRD Kota Tanggerang, Wakil Ketua DPRD Singkawang, Kadis Kominfo Kab. Tanggerang mewakili Bupati, para Ketua Perkumpulan sosial, LSM dan para pengusaha di Jabodetabek.

Wongso Sugiman sebagai pembina berharap agar Yayasan Setia Negara bisa selalu menjalankan kegiatan sosial untuk kebaikan Indonesia dan bersama langit untuk berbuat baik.

Dalam acara pelantikan 50 orang pengurus Yayasan Setia Negara, Dr. Djong memperkenalkan para pengurus YSN 2019-2024 dan terlihat salah satu yang diundang, Alma Wiranta, SH., MSi (Han) yang merupakan Dewan Kehormatan turut memberikan selamat kepada pengurus yang terpilih. (Ii/bdn)

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. Nomor : 05/LKSA-AZ/II/2020
    Lamp : 1 Berkas
    Perihal : Pengajuan Bantuan Dana
    Santunan Yatim, Piatu dan Dhuafa
    Kepada Yth
    Bapak/ibu/Saudara/(i)
    Di –
    Tempat
    Segala puji bagi Allah yang telah memberikan segala karunia-Nya kepada kita semua, semoga Ibu beserta keluarga senantiasa dalam lindungan dan rahmat Allah Taala. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada habibana wa sayidana Muhammad yakni Rasulullah untuk semua alam, juga kepada keluarganya, para sahabatnya dan semoga di akhirat nanti kita semua mendapatkan syafaat serta diakui sebagai umatnya.
    Selanjutnya bahwa dalam rangka pembuatan Proposal Pengajuan Bantuan Dana Santunan Yatim, Piatu dan Dhuafa LKSA Al-Aziziyah yang diselesaikan pada tanggal Dua Belas Bulan Februari Tahun Dua Ribu Dua Puluh dan dengan ini kami melampirkan Proposal untuk Kegiatan tersebut. Demikian proposal ini kami sampaikan, Atas perhatian dan terealisasinya program ini kami ucapkan terima kasih.
    Jazakumullah Khairan Katsiran
    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Ketua PSAA Al-Aziziyah

    Abdul Muin, SS Serang, 12 Februari 2020
    Sekretaris PSAA Al-Aziziyah

    Muhamad Yusuf

    Mengetahui
    Yayasan Al-Aziziyah

    H. Muhammad Nabhani Aziz

    KATA PENGANTAR
    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Alhamdulillahi, segala puji bagi Allah yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Semoga kita menjadi manusia yang selalu bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya untuk beribadah kepada Allah SWT sebagaimana yang telah Allah perintahkan dalam Al-Quran dan Hadits Rasulullah SAW. Sesuai firman Allah SWT, dalam Q,S Az-Zariyat (51) ayat 56
    وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
    “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku”.
    Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada manusia pilihan Allah SWT, yakni Habibana wa Nabiyana Muhammad SAW, Kepada keluarganya, serta para sahabatnya dan orang-orang beriman yang senantiasa mengikuti akhlaqul karimah hingga akhir zaman. Aamiin
    Kaum muslimin dan muslimaat dermawan yang dimuliakan Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT, telah memerintahkan kepada ummat manusia untuk saling tolong-menolong dan bantu membantu dalam kebaikan, yang mampu membantu yang lemah, yang kaya membantu yang miskin, yang mampu membantu yang tidak mampu dalam bingkai kekeluargaan dan kasih sayang terhadap makhluk Allah SWT di muka bumi, sehingga tercipta kehidupan yang harmonis, sejahtera lahir dan bathin dalam kehidupan masyarakat. Menolong sesama manusia wajib hukumnya bagi orang-orang yang mampu, terlebih lagi terhadap para yatim, janda dan dhuafa, yang ada disekitar kita. Sesuai dengan firman Allah dalam Q.S At-Taubah (9) ayat 71 “ Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah bagi yang mungkar, melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah SWT. Sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha bijaksana ”.
    Dengan itu kami Yayasan Al-Aziziyah Panti Sosial Asuhan Anak mengadakan kegiatan “ Santunan Yatim dan Dhuafa “ dalam upaya untuk membantu dan mensejahterahkan para yatim dan dhuafa dalam hal material maupun non material. Sebagaimana hadits Rasululah
    أنَا وَكَافِلُ الْيَتِيْمِ فِيْ الْجَنَّةِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِالسَّبَابَةِ وَالْوُسْطَى وَ فَرَجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا
    “Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di Surga seperti ini”, Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya.

    وَابْتَلُوا الْيَتَامَىٰ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ آنَسْتُمْ مِنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ ۖ وَلَا تَأْكُلُوهَا إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَنْ يَكْبَرُوا ۚ وَمَنْ كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ ۖ وَمَنْ كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهِدُوا عَلَيْهِمْ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًا
    Firman Allah SWT :
    Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapat mu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya.dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa.barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka.dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu). ( Q.S. An Nisa : 6 )
    Serta sebagai wujud kepedulian terhadap khususnya anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa serta menumbuhkan nilai-nilai sosial kemasyarakatan.
    Mengingat pentingnya kegiatan ini, maka kami harapkan bantuan dari para muslimin dan muslimaat yang dermawan untuk membantu dalam hal materil demi kelancaran terselenggaranya kegiatan Santunan Yatim dan Dhuafa ini.
    Harapan kami, bahwa kegiatan ini menjadi acuan bagi muslim dan muslimaat yang Dermawan untuk berbagi dan mendonasikan sebagian rizki yang telah Allah SWT berikan dan membantu kami dalam mensukseskan kegiatan Santunan Yatim dan Dhuafa ini.
    Sahabat Dermawan yang di muliakan Allah, mari kita berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, sebagaimana firman Allah dalam Q.S Al-Baqarah (2) ayat 148
    فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
    “…Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Dimana saja kamu berada maka Allah akan mengumpulkan kamu sekalian ( pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
    Semoga harta yang sahabat Dermawan belanjakan di jalan Allah, Allah catat sebagai amal sholehnya serta sebagai tabungan di akhirat. Aamiin.

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    A. LATAR BELAKANG KEGIATAN
    Manusia sebagai makhluk hidup mempunyai kebutuhan yang bersifat fisik dan non fisik. Kebutuhan itu tidak dapat dihentikan selama hidup manusia untuk mencapai kebutuhan itu, satu sama lain saling ketergantungan. Manusia sebagai makhluk sosial tidak mungkin dapat hidup seorang diri manusia membutuhkan kawan atau orang lain. Oleh karen itu, manusia perlu saling hormat menghormati, tolong menolong dan saling membantu dan tidak boleh saling menghina , menzalimi, dan merugikan orang lain.
    Dalam upaya menanamkan kepekaan untuk saling tolong menolong, kita dapat membiasakan diri dengan menginfakan atau memberikan sebagian rezeki yang kita peroleh meskipun sedikit, seperti memberikan santunan kepada yatim, piatu, janda dan kaum dhuafa serta mencari upaya mengentaskan kemiskinan di masyarakat. Sebagaimana firman Allah dalam Q.S Al-Isra (17) ayat 26
    وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا
    Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros..
    Kemudian Allah memerintahkan kita untuk memperhatiakan hak – hak anak yatim dan fakir miskin sesuai dengan Q.S Al-Maa’un (107) ayat 1-3
    أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (1) فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (2) وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ
    “Tidaklah kau lihat orang yang menipu agama?
    Yaitu mereka yang membiarkan anak-anak yakim (terlantar)
    dan tidak peduli atas makanan orang miskin”
    “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama, yaitu orang yang menghardik anak yatim (tidak menghiraukan) dan enggan memberi makan orang miskin”.
    Jadi kita di perintahkan untuk selalu memperhatikan anak yatim dari segala aspek kebutuhan dan juga memberi makan orang miskin. Dengan berdasarkan Q.S Al-Maa’un (107) ayat 1-3 tersebut , kami mengajak sahabat Dermawan marilah kita keluarkan sebagian dari rezeki yang ada pada kita untuk menyantuni anak yatim, janda, dhuafa yang ada disekitar kita, karena mereka semua adalah tanggung jawab kita bersama.

    Harta yang Allah anugerahkan itu semua hanyalah titipan dari Allah SWT, sebagaimana firman Allah Q.S Al-Hadid
    آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ ۖ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ
    Artinya:
    Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.
    Pada hakikatnya harta itu milik Allah, hamba tidaklah memiliki apa-apa melainkan apa yang Allah ridhoi. Siapa saja yang menginfakan harta dijalan Allah, maka itu sama halnya dengan seseorang yang yang mengeluarkan harta orang lain dengan seizin-Nya. Dari situ ia akan mendapatkan pahala yang melimpah dan amat banyak.
    قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
    Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. (Q.S Saba’: 39)

    B. LANDASAN HUKUM
    Firman Allah SWT.
    أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (1) فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (2) وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ
    “Tidaklah kau lihat orang yang menipu agama?
    Yaitu mereka yang membiarkan anak-anak yakim (terlantar)
    dan tidak peduli atas makanan orang miskin” (Q.S Al-Maa’un (107) ayat 1-3)
    وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا
    Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. (Q.S Al-Isra (17) ayat 26)
    يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ ۖ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
    Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. (Q.S Al-Baqarah (2) ayat 215)

    وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
    Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,
    وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِير
    Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.
    كَلَّا بَلْ لَا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ (17) وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (18) وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلًا لَمًّا (19) وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا
    “Sekali-kali tidak ! bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim dan kamu tidan saling mengajak memberi makan orang miskin sedangkan kamu memakan harta warisan dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang haram) dan kamu mencintai harta yang berlebihan” (Q.S Al-Fajr (89) ayat 17-20)

    C. TUJUAN KEGIATAN
    • Memberikan hak fakir miskin dengan cara memberikan sedekah, disayangi, dikasihi dan membantu meringankan beban penderitaannya. Sesuai dengan Q.S Al-Isra (17) ayat 26 dan Q.S Al-Fajr (89) ayat 17-20).
    • Memuliakan anak yatim. Sebagaimana yang di perintahkahkan dalam (Q.S An-Nisa’ (4) ayat 36).
    • Menumbuhkan nilai-nilai sosial kemasyarakatan.
    • Upaya mengentaskan kemiskinan
    • Memupuk pribadi yang baik bebagi dan berkasih sayang terhadap sesama
    • Mempererat persaudaraan sesama muslim saling membantu dalam beramal baik.
    • Menjadi fasilitator yang amanah bagi kaum aghnia (mampu) dan kaum yatim dan dhuafa.

    D. NAMA DAN TEMA KEGIATAN
    Nama kegiatan : Santunan Yatim, Piatu dan Dhuafa
    Tema Kegiatan : “ Mengasih dan menyayangi kepada yatim piatu dan Dhuafa”

    E. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
    Waktu Kegiatan : 20 Ramadhan 1441 H
    Tempat kegiatan : Yayasan Al-Aziziyah Jl. Ayip Usman Perum Bumi Agung Permai 1
    Blok H3 No. 23 Kel Unyur Kec. Serang Kota Serang Banten

    F. SASARAN KEGIATAN
    Anak Yatim dan Kaum Dhuafa di lemabaga dan daerah sekitar Kel Unyur, Kec Serang Kota Serang
    G. ESTIMASI BIAYA
    RINCIAN BIAYA PENGELUARAN
    No Anggaran Anggaran
    A Pemasukan
    1 Kas –

    B Pengeluaran
    1 Acara
    a. Dekorasi
    b. Dokumentasi dan lain-lain
    Rp. 4.500.000
    Rp. 1.500.000

    2 Kesekretariatan
    a. Keperluan Proposal
    b. Transportasi
    Rp. –
    Rp. –
    3 Santunan anak-anak yatim piatu
    a. Bingkisan @Rp. 150.000,- x 75
    b. Sedekah Anak @Rp. 300.000,- x 75
    Rp. 11.250.000
    Rp. 22.500.000
    4 Santunan anak-anak dhufa
    a. Bingkisan @Rp. 150.000,- x 35
    b. Sedekah anak @Rp. 250.000,- x 35
    Rp. 5.250.000
    Rp. 10.500.000
    Total Pengeluaran Rp. 55.500.000
    Terbilang
    Lima Puluh Lima Juta Lima Ratus Ribu Rupiah

    H. SARANA PENYALURAN DANA
    • Rekening Lembaga
    Bank : BRI
    Nomor Rekening : 0084-01-056677-50-0
    Atas Nama : Panti Sosial Asuhan Anak Al-Aziziyah
    *Catatan : setelah melakukan transfer, harap segara melakukan konfirmasi
    • Kontak Person
    1. Abdul Muin, SS : 081908629112 / 082251145236
    2. Nuraida : 087808074746
    3. Muhammad Yusuf : 087871040996
    4. Tohirin : 087785267496

    I. SUSUNAN PANITIA
    1. Pelindung : Pendirian Yayasan
    2. Ketua Panti : Abdul Muin, SS
    3. Sekretaris : Muhammad Yusuf
    4. Bendahara : Hj. Encap Sapariah
    5. Humas : Tohirin
    6. Konsumsi : Nuraida
    7. Dekorasi dan Dokumentasi : Ibnu Ubaidillah
    8. Peralatan : Rizki

    J. SUSUNAN ACARA
    1. Pembukaan
    2. Pembacaan Tilawah Al-Quran
    3. Sambutan-sambutan
    4. Pembacaan Tahlil bersama
    5. Mauidzotul hasanah (Nujul Quran dan Mengasih anak yatim dan fakir Miskin)
    6. Pembagian bingkisan dan sedekah
    7. Doa dan Penutup

    K. PENUTUP

    Demikianlah proposal ini kami sampaikan, dengan harapan kegiatan Santunan Yatim dan Dhuafa ini dapat terlaksana dan berjalan dengan lancar dan menjadi saranan untuk meningkatkan rasa kepedulian antar sesama yang membutuhkan.
    Sahabat Dermawan yang di muliakan Allah SWT, dalam Q.S Al-Baqarah (2) ayat 261,
    مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
    “Perumpamaan orang yang menginfakan hartanya di jalan Allah, seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Allah kehendai, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui”.
    Jazakallah khoiran katsiran atas partisipasi dari sahabat Dermawan, semoga harta yang sahabat keluarkan di jalan Allah, tercatat sebagai amal sholeh dan di balas oleh Allah dengan yang lebih baik. Aamiin yaa Rabb