Ini Proyek ‘Fiktif’ Yang Dimaksud Bupati Bogor

  • Whatsapp

BOGORDAILY – Desas desus mengenai proyek yang diungkapkan Bupati Bogor, Ade Yasin saat Rapat Reformasi Birokrasi, di Pendopo Cibinong, Senin (27/1/2020) kemarin mulai terkuak.

Ternyata proyek yang dimaksud Politisi PPP itu adalah, sebuah Vilar (Tugu Selamat Datang.red) menuju Stadion Pakansari yang berada di samping kantor Bapenda dan jalan masuk di Kandang Roda, Sentul Kabupaten Bogor.

Read More

Ibu yang mempunyai dua anak ini memaparkan, pihaknya akan menata pedestrian agar lebih cantik. Sehingga ketika ada bangunan tersebut, nantinya tentu akan dibongkar kembali dan menjadi pemborosan anggaran.

“Kita ingin pedestrian seperti Jakarta. Kalau mulai dibangun, masa itu kita bongkar lagi? Ini seperti tidak ada respek sama visi misi bupati, dan tidak ada koordinasi. Itu contoh kecil, saya harap itu nggak terulang lagi,” tegasnya.

Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DKPP) Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah mekatakan, bahwa itu merupakan proyek penunjukan langsung (PL) pada  2019 dan selesai Desember, fakta di lapangan belum selesai.

“Ada dua titik Pakansari dan Bapenda, luncuran anggarannya 200 juta, ini gapura luncuran tahun 2020,” singkatnya.

Sebelumnya, Bupati Bogor, Ade Yasin menyesalkan ada program yang ‘Tiba-tiba’ ada dan terbangun. Seperti bangunan seperti gapura di simpang kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jalan Tegar Beriman dan simpang Stadion Pakansari menuju Jalan Alternatif Sentul.

“Ini jangan ada lagi di tahun depan, ketika ada program, lalu kita tidak tahu, tiba-tiba saja ada program itu dan jadi. Contoh kecil bangunan itu, kecil sih, tiang-tiang nggak jelas seperti gapura, yang sebetulnya nggak penting dan nggak perlu,” sindir Ade.

Ade Yasin mengakui tidak tahu menahu soal pembangunan itu serta tujuan pembangunannya. Buatnya, jika melihat eksisting yang kini mangkrak dan tidak berlanjut, tidak cocok untuk pusat pemerintahan Cibinong. Lebih cocok jika dibangun di desa atau kecamatan.

“Kita kan sudah punya program penataan dan mempercantik ibukota Cibinong, prorgram City Beautification. Ternyata ada program yang nyelonong sendirian. Saya merasa aneh. Mata anggarannya tidak terlihat. Ini terus terang mengganggu vsii misi program besar kita. Apa nggak tahu itu?” ucapnya. (Andi).

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *