Berhati-hatilah! Awas Ada Lampor Membawa Keranda Terbang

Menu

Mode Gelap
Pakai Mobil Mercy, Perempuan Ini Maling Cokelat di Minimarket Gereja di Mesir Kebakaran, 41 Tewas Termasuk 18 Anak-anak Jadwal dan Lokasi Sim Keliling Kota Bogor, Senin 15 Agustus 2022 Pencuri Jadi Bulan-bulanan Warga, Sempat Todong Pistol Bharada E Dipastikan Aman di Rutan Bareskrim Polri

Kisah Misteri · 11 Feb 2022 21:33 WIB

Berhati-hatilah! Awas Ada Lampor Membawa Keranda Terbang


 Lampor Keranda Terbang. (jawapos/Bogordaily.net) Perbesar

Lampor Keranda Terbang. (jawapos/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Di Pulau Jawa beredar kepercayaan masyarakat mengenai adanya sosok hantu lampor keranda terabang. Namun, ternyata mitos tersebut bukan isapan jempol belaka, karena telah banyak masyarakat yang melihat penampakan lampor.

Hantu lampor atau keranda terbang  ini diketahui dapat mengambil nyawa manusia dan terbang membawa keranda mayat di malam hari.

Berdasarkan cerita masyarakat, apabila ada warga yang keluar pada malam hari, ia bisa hilang dibawa lampor dan tidak bisa kembali.

Kalau pun kembali, biasanya warga tersebut akan mengalami gangguan seperti linglung, lupa ingatan, bahkan gila seperti kerasukan setan.

Itulah sebabnya, sejak zaman dahulu masyarakat dilarang keras untuk keluar rumah menjelang Magrib.

Ada juga masyarakat yang mengatakan bahwa lampor adalah anggota pasukan Nyi Blorong.

Kemunculan lampor keranda terbang ditandai dengan angin kencang yang berasal dari arah Laut Selatan dan menuju berbagai daerah.

Saat angin kencang berhembus, maka masyarakat sekitar akan membunyikan kentongan untuk menimbulkan suara gaduh.

Tujuannya, agar lampor tidak melewati wilayah tersebut, yang bisa menyebabkan pagebluk atau wabah penyakit hingga kematian.

Mereka yang didatangi lampor saat tertidur, akan dicekik sampai tewas dan dibawa menggunakan keranda.

Namun, lampor juga dipercaya memiliki kelemahan yaitu tidak bisa jongkok atau tidur.

Sehingga, korban yang sering didatangi lampor adalah mereka yang tidur di atas kasur atau di atas dipan.

Oleh karena itu, untuk menghindari lampor, umumnya masyarakat memilih tidur di bawah dipan atau di lantai.

Kisah nyata lampor berawal dari tahun 1960-an, di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Mulanya, mitos lampor bertepatan dengan munculnya wabah penyakit yang menyebabkan banyak orang meninggal dalam tidurnya.

Karena kehadiran lampor identik dengan petaka wabah penyakit, kemudian timbul istilah pagebluk lampor.

Wujud hantu lampor digambarkan berbeda-beda berdasarkan masing-masing wilayah di Pulau Jawa.

Di Malang, lampor dikatakan berasal dari kabut yang membentuk sosok tinggi besar dan mata yang merah.

Sementara di Jawa Timur, lampor dipercaya berwujud setan atau pocong. Ssedangkan di Cirebon, lampor disebut berwujud wewe gombel, sandakala, dan bengaok.

Ada pula kepercayaan yang mengatakan bahwa lampor berbentuk seperti bola arwah atau muncul sebagai rombongan prajurit Jawa zaman dahulu.

Meski wujudnya berbeda-beda, persamaan hantu lampor di berbagai daerah di Pulau Jawa yakni selalu membawa keranda terbang.

Begitulah sekilas mengenai cerita Lampor Keranda Terbang. ***

Artikel ini telah dibaca 700 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Kesaksian Warga, Misteri Jalur Wisata Umbulan Tanaka, Banyak Mobil Tersesat dan Sering Makan Korban Jiwa

14 Agustus 2022 - 19:49 WIB

Penampakan Siluman Ular di Gunung Tunggoro

14 Agustus 2022 - 17:20 WIB

Waspada! Ini 6 Arti Mimpi Tentang Santet, Pernah Mengalami?

13 Agustus 2022 - 23:11 WIB

Dibalut Masa Lalu yang Kelam, Tempat Ini Dijuluki Kota Para Penyihir

12 Agustus 2022 - 18:29 WIB

Oh Serem…! Kisah ‘Kampung Setan’ di Kawasan Wisata Curug Seribu, Terdengar Ramai Padahal Sepi

12 Agustus 2022 - 17:06 WIB

Misteri Pria Tanpa Kepala di Pulau Kematian Nusakambangan

12 Agustus 2022 - 15:50 WIB

Trending di Kisah Misteri