Misteri Kebo Bule Kyai Slamet Hewan Kramat di Malam 1 Suro

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Pegadaian Turun, Rabu 28 September 2022 Jangan Telat Perpanjang SIM! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 28 September 2022 Terkini! Ini Ramalan Kota Bogor Hari Ini, Rabu 28 September 2022 Masih Sama, Berikut Harga Emas Pegadaian Hari Ini Selasa, 27 September 2022 Terbaru! Ini Lokasi Perpanjang SIM di Kota Bogor, Selasa 27 September 2022

Kisah Misteri ยท 29 Jul 2022 19:57 WIB

Misteri Kebo Bule Kyai Slamet Hewan Kramat di Malam 1 Suro


 Kirab Kerbau Bule milik Keraton Surakarta Hadiningrat pada peringatan Malam 1 Suro  (Antara/Maulana Surya via suaracom) Perbesar

Kirab Kerbau Bule milik Keraton Surakarta Hadiningrat pada peringatan Malam 1 Suro (Antara/Maulana Surya via suaracom)

Bogordaily.net – Kebo Bule merupakan hewan Kramat di malam 1 Suro. Dalam setiap perayaannya Kebo Bule diarak di malam itu.

Arak-arakan Kebo Bule itu merupakan salah satu tradisi di malam 1 Suro yang akan dilakukan oleh masyarakat Jawa.

Salah satunya arak-arakan kebo bule sebagai tradisi kirab malam 1 Suro yang diadakan di Keraton Surakarta pada Jumat 29 Juli 2022) malam ini.

Bagaimana asal usul kebo bule jadi hewan yang dikeramatkan di malam 1 Suro?

Keraton Kasunan Surakarta dalam menyambut pergantian Tahun Baru Islam atau satu Soro akan mengadakan tradisi kirab menyusuri jalanan kota solo. Tradisi ini sendiri sudah dilakukan sejak ratusan tahun serta dilaksanakan secara turun temurun.

Dalam kirab satu suro tersebut, ribuan orang akan turut berpartisipasi, mulai dari Raja beserta para abdi dalem hingga masyarakat umum. Kirab malam satu suro memiliki tujuan sebagai refleksi dari kesalahan di masa lampau dan lembaran baru dengan harapan supaya kesalahan tersebut tidak akan diulangi lagi.

Salah satu ikon yang paling khas dalam tradisi kirab malam satu suro di Keraton Surakarta yaitu Kebo (Kerbau) Bule, yakni sebagai cucuk lampah (pengawal) kirab, keturunan dari Kebo Kyai Slamet.

Kerbau Bule milik Keraton Kasunanan Surakarta ini bukanlah sembarang kerbau biasa, karena hewan yang satu ini termasuk pusaka penting milik keraton. Leluhur dari kebo bule merupakan hewan klangenan atau kesayangan Paku Buwono II, sejak istananya masih berada di Kartasura yang berjarak sekitar 10 kilometer dari arah barat keraton yang sekarang.

Menurut seorang pujangga kenamaan Keraton Kasunanan Surakarta, Yosodipuro, leluhur atau nenek moyang kerbau dengan warna kulit khas, yaitu bule (putih agak kemerah-merahan) tersebut, merupakan hadiah pemberian dari Kyai Hasan Beshari Tegalsari Ponorogo kepada Paku Buwono II.

Menariknya kerbau bule dalam tradisi kirab diperuntukkan sebagai cucuk lampah (pengawal) dari pusaka keraton yang bernama Kyai Slamet saat dia pulang mengungsi dari Pondok Tegalsari ketika kala itu terjadi pemberontakan pecinan yang berhasil membakar Istana Kartasura.

Namun, hingga saat ini, pihak keraton Kasunan tidak pernah bersedia menjelaskan apa bentuk pusaka Kyai Slamet tersebut.

Konon, pada saat Paku Buwono II mencari lokasi untuk keraton yang baru, sekitar tahun 1725, para leluhur kebo-kebo bule tersebut dilepas. Kemudian perjalanannya diikuti para abdi dalem dari keraton, hingga akhirnya mereka berhenti di tempat yang kini dijadikan sebagai Keraton Kasunanan Surakarta. Berjarak sekitar 500 meter dari arah selatan Kantor Balai Kota Solo.

Bagi masyarakat Solo, dan kota-kota di sekitarnya, Kebo Bule Kyai Slamet ini bukan lagi dianggap sebagai hewan yang asing. Saat mengikuti kirab pada malam satu suro, warga yang berpartisipasi biasanya akan berusaha menyentuh kebo bule.

Bahkan, kotoran kebo bule sering dinanti-nanti oleh mereka. Jika kotorannya jatuh di jalan, mereka akan berebut mengambilnya untuk dibawa pulang dengan keyakinan akan memberikan berkah dan keselamatan.

Kenapa Disebut Kebo Bule Kyai Slamet?

Peran kebo bule Kyai Slamet sendiri menjadi sebagai simbol kekuatan yang praktis dan digunakan sebagai alat pengolah pertanian, sumber mata pencaharian dari orang-orang Jawa.

Kyai Slamet merupakan sebuah kunjungan Raja. Secara harfiah, kunjungi Keraton Surakarta, yaitu ingin mewujudkan keselamatan, kemakmuran, dan rasa aman bagi masyarakatnya.

Kenapa Dikeramatkan?

Sejak lama, kerbau bule ini memang dikeramatkan oleh warga Solo karena menjadi salah satu pusaka Keraton Solo. Biasanya, kerbau-kerbau tersebut hanya akan dikeluarkan oleh pihak Keraton pada perayaan-perayaan tertentu, terutama pada Kirab Malam Satu Syuro. ***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Kisah Mistis Situ Gintung, Buaya Putih Meminta Tumbal

28 September 2022 - 20:27 WIB

Kisah Mistis Situ Gintung

Seram! Kisah Horor Pria Diganggu Makhluk Halus Kiriman Mantan Pacar Istri

28 September 2022 - 19:08 WIB

Kisah Mistis Kerajaan Gaib di Gunung Sangkur

27 September 2022 - 15:25 WIB

Rasakan Malam Erotis, Wanita Ini Siap Nikah dengan Kekasih Hantunya

26 September 2022 - 09:07 WIB

Terowongan Casablanca Bekas Kuburan Massal, Kalau Lewat Klakson 3 Kali

25 September 2022 - 20:16 WIB

terowongan Casablanca

Pengalaman Mistis Dialami PKL di Rumah Sakit Angker, Ditertawakan Kuntilanak

23 September 2022 - 13:02 WIB

mistis rumah sakit
Trending di Kisah Misteri