Merinding! Kisah Kota Gaib Saranjana di Kalimantan Selatan, Bisa Masuk Ngga Bisa Keluar

Menu

Mode Gelap
Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot! Update Korban Tragedi Kanjuruhan: 174 Orang Meninggal Dunia Terbaru! Ini Lokasi Sim Keliling Kota Bogor, Jumat 30 Sepember 2022 Lagi! Kota Bogor Hujan Hari Ini, Jumat 30 September 2022 Melonjak Rp 10 ribu Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini

Kisah Misteri · 9 Agu 2022 13:15 WIB

Merinding! Kisah Kota Gaib Saranjana di Kalimantan Selatan, Bisa Masuk Ngga Bisa Keluar


 Merinding! Kisah Kota Gaib Saranjana di Kalimantan Selatan, Bisa Masuk Ngga Bisa Keluar Perbesar

Bogordaily.net – Kota Gaib Saranjana mendadak jadi perbincangan netizen. Sebuah wilayah yang berada di Kalimantan Selatan dan tertulis dalam sebuah peta kuno di zaman penjajahan Belanda.

Nama itu tertulis dalam sebuah peta kuno dan diyakini sebagai kota gaib.

Kisah mistis Sarajana disebut-sebut sebagai kota dengan kawasan yang maju, jalan yang lebar, gedung yang tinggi, serta penduduk yang cantik dan tampan.

Konon kabarnya siapa saja yang mencoba masuk ke Saranjana, tidak bisa kembali lagi atau keluar dari kota itu.

Benarkah kota itu ada?

Kota Saranjana disebut-sebut sebagai kota gaib dan dihuni oleh sejumlah jin.

Kawasan ini masuk ke dalam Kabupaten Kotabaru, sebagian wilayah berada di Pulau Kalimantan.

Ibu kota kabupaten ini berada di bagian utara pulau, namun memang tidak ada nama Saranjana atau Tandjong Sarandjana.

Tandjong Saradjana adalah nama lain dari Saranjana yang dikenal sebelumnya, malah ada di peta dan kamus zaman Belanda.

Masyhur, seorang sejarawan dari Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengatakan jika Saranjana bisa dilacak keberadaannya melalui peta pada zaman penjajahan Belanda.

Peta itu bertajuk “Kaart van de Kust-en Binnenlanden van Banjermassing behoorende tot de Reize in het zuidelijke gedeelte van Borneo” yang dibuat oleh naturalis asal Jerman, Salomon Muller pada 1845 silam.

Dalam bahasa Indonesia berarti peta wilayah pesisir dan pedalaman Borneo. Borneo adalah nama lain dari Kalimantan.

Peta tersebut diterbitkan oleh Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen dalam Reizen en onderzoekingen in den Indischen Archipel atau bisa juga disebut sebagai Lembaga Penerbitan Peta Nusantara yang ada pada masa penjajahan Belanda.

Muller menulis sebuah kawasan yang bernama Tandjong Sarandjana dalam peta buatannya tersebut.

Tandjong Sarandjana ini berada di sebelah selatan Pulau Laut.

“Tepatnya berbatasan dengan wilayah Poeloe Kroempoetan (Pulau Kerumputan) dan Poeloe Kidjang (Pulau Kijang),” ujar Masyhur.

Masyhur mengatakan, “Kemampuan Muller dalam membuat peta tidak perlu dipertanyakan lagi, apalagi untuk melacak pulau ini secara historis. Muller adalah anggota des Genootschaps en Natuurkundige Komissie in Nederlands Indie atau Dinas Kehutanan Hindia Belanda.”

Muller juga diketahui telah memperoleh pelatihan membuat peta dari Museum Leiden, Belanda.

Bahkan ketika membuat peta tersebut, Muller sedang melakukan penelitian flora dan fauna di Hindia Belanda.

“Namun belum bisa dipastikan apakah Salomon Muller pernah berkunjung ke Tandjong (hoek) Serandjana sebelum memetakannya,” kata Masyhur.

Ada referensi lain untuk melacak keberadaan Saranjana, yaitu kamus bahasa Belanda yang bernama Aardrijkskundig en Statistisch Woordenboek van Nederlandsch Indie: Bewerkt Naar de Jongste en Beste Berigten .

Kamus tersebut diterbitkan di Amsterdam P.N. van Kampen (Lembaga Penerbitan di Amsterdam) pada 1869 dan merupakankarya Johannes Veth.

Veth menulis Sarandjana kaap aan de Zuid- Oostzijde van Poeloe Laut, welk eiland aan Borneo s Zuid-Oost punt is gelegen.

Kalau diartikan adalah “Saranjana, tanjung di sisi selatan Poeloe Laut yang merupakan pulau yang terletak di bagian tenggara Kalimantan”.

Masyhur menyatakan ada 3 kemungkinan lokasi Saranjana.

“Ada 3 versi tentang letak kota Saranjana. Versi pertama, letak Saranjana berada di Kotabaru, Kalimantan Selatan. Lantas versi kedua, Saranjana berada di Teluk Tamiang, Pulau Laut, dan versi ketiga, Saranjana ada di sebuah bukit kecil yang berada di Desa Oka-Oka, Kecamatan Pulau Laut Kelautan, Kalimantan Selatan. Namun memang memerlukan penelitian lanjutan,” tutup Masyhur.***

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Sadikem si Cantik Penunggu Jembatan Jiwan, Gentayangan Mencari Suaminya

3 Oktober 2022 - 19:38 WIB

Sadikem Jembatan Jiwan

Kisah Horor Sopir Truk Diganggu Makhluk Halus, Kenek Sampai Kesurupan

3 Oktober 2022 - 17:23 WIB

Dianggap Sakral, Ini Mitos di Balik Keindahan Gunung Munara

1 Oktober 2022 - 15:26 WIB

Bucin Setengah Mati! Ini Ciri-ciri Orang Kena Pelet Semar Mesem

29 September 2022 - 12:29 WIB

Kisah Mistis Situ Gintung, Buaya Putih Meminta Tumbal

28 September 2022 - 20:27 WIB

Kisah Mistis Situ Gintung

Seram! Kisah Horor Pria Diganggu Makhluk Halus Kiriman Mantan Pacar Istri

28 September 2022 - 19:08 WIB

Trending di Kisah Misteri