Dolar AS Menguat di Atas Rp 15.240, Rupiah Terpuruk

Menu

Mode Gelap
Piala Dunia 2022 : Ghana Sikut Korea Selatan 3-2 Merosot, Ini Harga Emas per Gram Hari Ini Lagi, Gempa Susulan Guncang Cianjur 21 Kali dalam Semalam Lokasi, Harga dan Syarat Perpanjang SIM di Kabupaten Bogor Ini Syarat dan Lokasi Perpanjang Surat Izin Mengemudi di Kota Bogor

Ekonomi ยท 29 Sep 2022 12:20 WIB

Dolar AS Menguat di Atas Rp 15.270, Rupiah Diramalkan Terpuruk


 Dolar Amerika Serikat (AS).(kontan/Bogordaily.net) Perbesar

Dolar Amerika Serikat (AS).(kontan/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Baru-baru ini, dolar Amerika Serikat (AS) semakin menguat. Berdasarkan data Reuters, dolar AS sudah bertengger di posisi Rp 15.270/US$ dan membuat Rupiah kembali terpuruk.

Ekonom menilai penguatan ini diprediksi masih terjadi hari ini. Ada beberapa faktor yang menyebabkan menguatnya nilai tukar dolar AS.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Edi Susianto menjelaskan hingga kemarin siang hampir semua mata uang Asia melemah terhadap dolar AS.

“Hari ini faktor trigger-nya adalah pertama statement pejabat Fed yang semakin memberikan nuansa bahwa The Fed masih akan tetap hawkish,” kata dia, diktuip dari Detik.com, Kamis 29 September 2022.

Selain itu, Rusia akan mengusulkan penurunan produksi minyak 1 juta barel pada pertemuan OPEC+ pada Oktober nanti. Kondisi tersebut yang kembali membuat pelaku pasar kian khawatir, sehingga di pasar saham dan obligasi New York loyo.

“Yield UST 10 year sempat naik mencapai 3,95%, sementara DXY mengalami penguatan kembali ke atas 114 setelah sebelumnya sempat di bawah 114,” ujarnya.

Menurut Edi, bank sentral tetap mengawal dengan triple intervention supaya mekanisme pasar tetap terjaga dan tidak terjadi pelemahan yang liar atau berlebihan.

“Selain itu operation twist akan tetap dilakukan dengan fokus di operasi bond jangka pendek, namun tetap memperhatikan perkembangan pasar tentunya,” jelas dia.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan perdagangan mata uang rupiah kemungkinan dibuka fluktuatif, tapi ditutup melemah di rentang Rp 15.250-15.310.

“Dengan kondisi yang tidak pasti akibat kenaikan suku bunga yang agresif, Bank Indonesia tidak tinggal diam, terus melakukan pengawasan secara ketat dan terus melakukan intervensi di pasar valas dan Obligasi melalui perdagangan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) sehingga bisa menahan pelemahan mata uang garuda yang tajam bisa dikendalikan,” ujar dia.

Menurut Ibrahim pemerintah juga terus melakukan intervensi dengan mensubsidi barang-barang konsumsi, bansos, dan BLT walaupun secara ekonomis belum bisa membantu secara signifikan namun pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bekerja agar pengaruh global tidak terlalu besar imbasnya.

“Kemudian di saat intervensi BI dan pemerintah kurang berpengaruh, sudah waktunya presiden Joko Widodo beserta team ekonominya memberikan pengarahan dan solusi secara live di televisi berupa stimulus, guna untuk menenangkan pasar sehingga pelemahan rupiah bisa di kendalikan,” ujar dia.***

(Riyaldi)

 

Simak Video Lainnya dan Kunjungi Youtube BogordailyTV

 
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

KemenKopUKM Dorong Koperasi Nelayan di Malra Merger agar Lahirkan Koperasi Modern

29 November 2022 - 09:32 WIB

Daftar Upah Mininum Provinsi 2023, Tertinggi & Terendah Provinsi Mana? Cek di Sini

29 November 2022 - 07:24 WIB

upah minimum provinsi

MenKopUKM Sampaikan 26 Rekomendasi Kebijakan dalam Gelaran G20

28 November 2022 - 22:33 WIB

Kebijakan G20

3 Cara Tepat Memilih Asuransi Properti ala Qoala

28 November 2022 - 16:28 WIB

Qoala

BRILiaN Young Leader Indonesia, Wadah bagi Talenta Muda Kembangkan Kompetensi dan Prestasi

28 November 2022 - 14:35 WIB

KemenKopUKM Perkuat Strategi Tingkatkan Kapasitas Usaha Mikro di Makassar Agar Naik Kelas

27 November 2022 - 19:03 WIB

Usaha Mikro Makassar
Trending di Ekonomi