SELATAN

150 Bangunan Jadi Tumbal Pembangunan Rel

150 Bangunan Jadi Tumbal Pembangunan Rel

SELATAN
Bogor Daily - Rencana pembangu­nan rel kereta ganda (double track) di jalur Bogor-Sukabumi menyisakan kese­dihan tersendiri bagi warga yang ter­kena gusur. Meskipun lahan yang di­gunakan untuk membangun rumah adalah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), rata-rata mereka sudah lama me­netap di kawasan itu. Desa Watesjaya merupakan satu dari dua desa di Keca­matan Cigombong yang terkena pener­tiban untuk pembangunan double track. Desa lainnya, yakni Desa Cigombong, terdapat 150 bangunan yang terkena penertiban. Camat Cigombong, Basrowi, menje­laskan, akan ada dana kompensasi bagi mereka yang terkena penertiban. Hanya saja mereka diminta terlebih dulu mengosongkan bangunan yang lahannya akan digunakan sebagai proy­ek double track. ”Memang harus pindah, karena kan tanah itu punya orang,” ka­
TAK KUNJUNG DISIDAK DEWAN, KADES PASIRBUNCIR GERAM

TAK KUNJUNG DISIDAK DEWAN, KADES PASIRBUNCIR GERAM

SELATAN
Bogor DAily - Dugaan adanya penyem­pitan aliran Sungai Cisadane Cisalopa, Kecamatan Caringin yang berbatasan dengan Kecamatan Cigombong akibat proyek pembangunan jembatan lintas truk pengangkut pasir yang dikerjakan PT Mega Bumi Karsa (MBK) terus ber­lanjut. Kali ini, Kepala Desa (Kades) Pasir­buncir, Komarudin Jaelani, angkat bi­cara. Bahkan, ia menyindir anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Komisi III yang dise­but-sebut akan melakukan inspeksi mendadak (sidak). “Saya dengar mau ada sidak anggota dewan. Kita sudah tunggu-tunggu, tapi sampai sekarang belum ada kabar. Kami tidak tahu penye­babnya, ada apa ini?” katanya. Selain berakibat sempitnya aliran Sungai Ci­sadane, pembangunan jembatan juga diduga belum mengantongi izin alias bodong. Bukan tanpa alasan pem
Air Bersih Langsung Mengalir Ke Rumah Warga

Air Bersih Langsung Mengalir Ke Rumah Warga

SELATAN
Bogor Daily - Pemerintah Desa (Pem­des) Pasirbuncir, Kecamatan Caringin, memasang pipa sepanjang empat kilo­meter. Peletakan batu pertama dimu­lainya pembangunan dilakukan Ke­pala Desa (Kades) Pasirbuncir Komaru­din Jaelani di lokasi mata air Cibongkleng. Menurut Komar, pemasangan ini un­tuk 1.800 sambungan yang akan men­galiri lima wilayah RW. Di antaranya RW 01, 02, 03, 04 dan RW 05. Pemasangan pipanya menggunakan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018 tahap kedua. ”Target kami satu minggu selesai, namun sementara ini akan mengaliri tiga RW terlebih dulu. Selanjutnya baru dua RW akan kami aliri lagi. Skala prioritas dana desa tahun ini kami fokuskan ke pipa­nisasi dengan 600 paralon ukuran 4 cm dari pusat titik mata air. Lalu untuk ke rumah warga kami gunakan pipa uku­ran lebih kecil aga
Kades Tugu Selatan Diduga Tipu Warga Ratusan Juta Urus Surat Akta Hibah Tanah 

Kades Tugu Selatan Diduga Tipu Warga Ratusan Juta Urus Surat Akta Hibah Tanah 

BOGOR AREA, SELATAN
BOGOR DAILY - Kepala Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua Afif Lukman, Terancam masuk Bui atas tuduhan dugaan penipuan terhadap warga, yang mengurus surat Akta Hibah Tanah atas nama Asep Ahmad. Di daerah Desa Tugu Selatan. Korban Asep Ahmad, menuturkan sudah lebih setengah tahun surat Akta Hibah Tanah atas namanya belum juga selesai.  Setiap ditanya jawabnya selalu nanti dan nanti.  Padahal beberapa proses tahapan sudah di tempuh termasuk biaya pembuatan Akta hibah yang sudah mencapai ratusan juta.  "Saya akan membuat laporan atas penipuan yang telah dilakukan lurah,"  jelas Asep Ahmad ketika ditemui seusai menemui Kades Afif Lukman di ruang kerjanya awal pekan lalu. Lebih jauh Asep Ahmad melanjutkan,  dari beberapa kali menemui, hingga mengadukan masalah tersebut ke Camat Cisaru
Gempa 3,4 SR Goyang Kabupaten Bogor, Terasa?

Gempa 3,4 SR Goyang Kabupaten Bogor, Terasa?

BOGOR AREA, SELATAN
  BOGOR DAILY - Gempa berkekuatan 3,4 skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gempa tersebut terjadi pada Senin (20/8/2018) malam sekira pukul 23.10 WIB. Berdasarkan informasi dari akun Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), titik gempa berada di 6,94 Lintang Selatan (LS) dan 106,53 Bujur Timur (BT). Pusat gempa itu berada sekira 44 km barat daya Kabupaten Bogor. Selain di Kabupaten Bogor, gempa itu juga dirasakan di Pelabuhan Ratu. "#Gempa Mag:3.4, 20-Agu-18 23:10:31 WIB, Lok:6.94 LS, 106.53 BT (Pusat gempa berada di darat 44 km BaratDaya Kab. Bogor), Kedlmn:5 Km Dirasakan (MMI) II Pelabuhan Ratu #BMKG," tulis @infoBMKG. (sumber okezone.com)  
Lapak DiBongkar, Pedagang Kompak Bersihkan Drainase

Lapak DiBongkar, Pedagang Kompak Bersihkan Drainase

SELATAN
BDN - Imbas pembongkaran Pedagang Kaki Lima (PKL) sepekan lalu berdampak pada terganggunya puluhan pedagang yang hanya ber­gantung pada berniaga. Sebanyak 45 lapak diratakan dengan tanah oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor atas permohonan PD Pasar Tohaga. Tak ada perlawanan dari pedagang saat itu. Mereka hanya bisa pasrah tat­kala ’periuk nasi’ mereka harus di­robohkan. Padahal, seluruh lapak tersebut milik warga Cisarua alias masyarakat sekitar. Meski begitu, eks pedagang tersebut masih menunjukkan rasa tanggung jawabnya pada kebersihan lokasi yang dulu ditempati dengan membersihkan drainase di sepanjang lapak yang di­bongkar. ”Sejak dulu kami selalu per­hatikan kebersihan lingkungan tempat berjualan, hari ini (kemarin, red) para pedagang gotong-royong mem­bersi
Balita 2,5 Tahun, Sehari Habiskan Dua Bungkus Rokok

Balita 2,5 Tahun, Sehari Habiskan Dua Bungkus Rokok

BOGOR AREA, SELATAN
  BOGOR DAILY - Misbahudin (36) dan Maryati (35) cuma bisa pasrah melihat kelakuan putranya, R (2,5). Di usianya yang masih balita, R sudah kecanduan rokok. Layaknya orang dewasa, tiap pagi R selalu minta jatah menyeruput kopi lengkap dengan batangan rokok. Misbahudin yang sehari-hari bekerja sebagai buruh perusahaan pekapuran dengan Maryati itu memiliki sebuah warung kecil di rumahnya. Warungnya menjual berbagai jenis jajanan makanan ringan. Lokasi rumah sederhana ini terletak di sekitar perkebunan karet yang jarang penduduk. Untuk mencapai lokasi tersebut harus melewati jalan berbatu sepanjang satu kilometer dari kantor desa setempat. Di rumah sederhana itulah Misbahudin merawat R, balita yang sudah kecanduan mengisap rokok. Bila sehari saja tidak merokok, anak bu...
Laskar Dewa Gelar Syukuran Kemenangan Ade-Iwan

Laskar Dewa Gelar Syukuran Kemenangan Ade-Iwan

SELATAN
BDN - Laskar Demokrasi Warga (Dewa) menggelar syukuran atas kemenangan Ade Yasin-Iwan Se­tiawan sebagai bupati dan wakil bu­pati Bogor terpilih di pilkada serentak. Syukuran tersebut digelar di kediaman Ketua Dewan Pembina Laskar Dewa Gus Fauzi Hanafi di Kampung Pasir­kuda, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong. Ade Yasin yang datang dalam acara tersebut memaparkan, kemenangan yang diraih merupakan hasil kerja keras para tim pendukung, tak terkecuali dukungan yang diberikan Laskar Dewa. ”Kemenangan ini adalah kemenangan masyarakat Kabupaten Bogor. Walau ibu-ibu tidak memilih saya, namun sekarang saya sudah menjadi milik rakyat. Maka dari itu mari kita bersa­ma-sama membangun Kabupaten Bogor yang lebih baik. Karena sekarang waktunya kita bangun Bogor yang lebih maju,” bebernya. Untuk itu,
Tiga Pemuda Tewas Usai Tenggak Miras Oplosan

Tiga Pemuda Tewas Usai Tenggak Miras Oplosan

BOGOR AREA, SELATAN
  BOGOR DAILY -  ‘Minuman keras (miras), apa pun namamu. Tak akan kureguk lagi dan tak akan kuminum lagi walau setetes (setetes)’. Lirik lagu milik Rhoma Irama berjudul Mirasantika itu rasanya perlu diputar lagi sebagai pengingat akan bahaya miras. Apalagi jika cairan itu sengaja dioplos seperti yang dilakukan Asep Maulana (20), pemuda Cisarua, hingga akhirnya tewas. Asep bersama kedua temannya kena batunya akibat mengoplos miras. Warga Kampung Pesangrahan, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, itu tewas usai pesta miras bareng pemuda lainnya. Sebelum tewas pada Sabtu (4/8), Asep sempat mengonsumsi obat dari dokter untuk pengobati lukanya pasca kecelakaan. Saat itu, Rabu (1/8/18) sekitar pukul 20:00 WIB, korban mengajak temannya membeli miras oplosan di Pasar A
Kesulitan Air Bersih , Warga Minum Air Sungai

Kesulitan Air Bersih , Warga Minum Air Sungai

SELATAN
BDN - Musim kemarau panjang yang melanda sebagian wilayah Ka­bupaten Bogor sejak dua bulan terakhir, membuat warga di tiga Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, kesulitan air ber­sih. Hal ini terjadi lantaran sumur milik warga mulai mengering. Akibatnya, warga harus rela berjalan kaki hingga ratusan meter ke sungai terdekat demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari–hari, seper­ti mencuci, mandi hingga minum. Warga tak punya pilihan lain dan ha­rus susah payah berjalan ratusan me­ter demi mencukupi kebutuhan air. Hal tersebut dibenarkan Sekretaris Desa (Sekdes) Palasari, Eneng. Ia mendapatkan banyak keluhan dari warga karena sumur warga mulai ke­ring. ”Benar. Sebagian warga kami khususnya di RW 01 dan 02 sudah krisis air bersih. Soalnya air sumur sudah banyak yang kering dan surut,