BOGORDAILY – Pengurus pusat GP Ansor melantik pengurus baru GP Ansor Kabupaten Bogor periode 2019-2023 diketuai Dhamiri Ahmad Ghazali, di Aula Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Jumat (18/12/20).
Pelantikan disaksikan Bupati Bogor Ade Yasin, Wakil Ketua DPP GP Ansor Hasan Bisri, Ketua DPW GP Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar, Komandan Satkorwil Banser Jawa Barat Yudi, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Bogor, KH. Bundari Abbas serta Sekertaris PCNU Kabupaten Bogor, Abdul Somad.
Dalam sambutannya kesempatan Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin, menyampaikan bahwa keluarga besar Nahdhatul Ulama, sudah seperti keluarganya sendiri. Ia berharap kedepannya Gerakan Pemuda Ansor bisa menjadi jembatan antara Masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Saya juga NU orang tua saya NU, ibu saya muslimat NU 3 Periode. Saya pengurus Fatayat, dan menjadi pengurus KNPI membawa nama Fatayat,” terang Ade Yasin.
Selain itu, ia juga berharap pengurus PC GP Ansor Kabupaten Bogor ada di tengah masyarakat sehingga GP Ansor tersebar dan berperan untuk kemajuan Kabupaten Bogor.
“Sumberdaya pemerintah yang terbatas, tidak dapat serta-merta menjangkau seluruh elemen masyarakat, untuk itu partisipasi semua pihak sangat diharapkan. Terlebih GP Ansor yang dalam sejarahnya ikut mendirikan NKRI,” papar Ade Yasin.
Selanjutnya, kepada penguris baru Hasan Bisri, berpesan agar selalu bersemangat dan tidak putus asa dalam menjalankan tugas-tugas ansor.
“Saya harap sahabat-sahabat ansor kandangmas tetap semangat dan jangan mudah putus asa dalam berjuang diorganisasi GP Ansor ini”, tuturnya
Sedangkan Rois Syuriah PCNU Kabupaten Bogor, KH. Bundari Abbas mengungkapkan kebahagiaannya terhadap acara pelantikan tersebut.
“Saya sangat bangga dengan acara ini, karena masih ada pemuda yang mau berjuang untuk menghidupkan organisasi Ansor yang juga termasuk salah satu badan otonomnya NU”, ungkapnya.
Dikesempatan yang sama Ketua GP Ansor periode 2019-2023, Dhamiri Ahmad Gazali menegaskan kedepanya Ansor bisa semakin berkembang dan maju khususnya di Kabupaten Bogor, dengan menegakkan ajaran-ajaran ahlussunah wal jama’ah, serta membentengi aliran islam model baru yang bertolak belakang terhadap faham-faham aswaja.
“Menegakkan ajaran-ajaran ahlussunah wal jama’ah, serta membentengi radikalisme yang bertolak belakang terhadap faham-faham aswaja”, tuturnya. (egi)