Istri Kerjasama Suami Jadi Pengedar Terbesar Sabu di Puncak Bogor

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Pegadaian Turun, Rabu 28 September 2022 Jangan Telat Perpanjang SIM! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 28 September 2022 Terkini! Ini Ramalan Kota Bogor Hari Ini, Rabu 28 September 2022 Masih Sama, Berikut Harga Emas Pegadaian Hari Ini Selasa, 27 September 2022 Terbaru! Ini Lokasi Perpanjang SIM di Kota Bogor, Selasa 27 September 2022

Headline ยท 27 Jan 2021 17:01 WIB

Waw, Istri Kerjasama Suami Jadi Pengedar Sabu Terbesar di Puncak Bogor


 Seorang istri berinisial DH (kiri) yang menjadi pengedar  terbesar di Puncak Bogor 6 bulan terakhir sejak 2020-2021. (Egi  Abdul Mugni/Bogordaily.net). Perbesar

Seorang istri berinisial DH (kiri) yang menjadi pengedar terbesar di Puncak Bogor 6 bulan terakhir sejak 2020-2021. (Egi Abdul Mugni/Bogordaily.net).

Bogordaily.net Seorang istri berinisial DH (30) menjadi pengguna dan pengedar sabu terbesar enam bulan terakhir dari 2020- Januari 2021 di wilayah wisata Puncak Bogor.

DH merupakan istri ES seorang dalam daftar pencarian orang di kasus yang sama.

Pada kasus penyebaran barang terlarang itu, DH berkerja sama dengan suaminya ES sudah selama setengah tahun dari mulai tahun 2020 hingga Januari 2021.

“Untuk DH sudah 6 bulan operasi, terkait pengguna dan pengedar Narkotika jenis Sabu ini,” jelasnya.

DH pun tertangkap pada Selasa, 12 Januari 2021 dengan barang bukti sebanyak 37,24 gram sabu di rumahnya wilayah Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

“Kasus terbesar Bulan Januari 2021 ini dilakukan oleh DH. Sabu ini didapatkan dari suaminya atas nama ES, yang masih DOP,” kata Kapolres Bogor, AKBP Harun saat merilis 11 kasus narkotika berbagai jenis dengan jumlah 14 tersangka pada Rabu, 27 Januari 2021.

AKBP Harun menyampaikan, sebenarnya dalam kegiatan sehari-harinya, DH adalah ibu rumah tangga (IRT). Kiprahnya sebagai pengedar membantu suaminya yang memang berkecimpung dalam bisnis tersebut.

“Suaminya jadi pengedar, namun saat melakukan penyidikan digeledah ada di dia. DH seorang IRT,” ujarnya.

Dikatakannya, atas perbuatannya, DH bahwa akan mendapat sanksi berdasarkan pasal 114 ayat 1 dan pasal 112 UUD no 34 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan masa kurungan 5 sampai 20 tahun penjara. Denda yang dikenakan pun bisa mencapai Rp10 miliar.

“Untuk pengedar minimal 5 tahun maksimal 20 tahun penjara dengan denda 1 Milyar dan maksimal 10 Milyar rupiah,” tutup AKBP Harun.***

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Mayat di Bengkel Bikin Heboh Ciawi, Begini Kata Polisi

28 September 2022 - 20:33 WIB

Kabar Gembira! BSH Buka Kesempatan Berkarir, Berikut Persyaratannya

28 September 2022 - 16:16 WIB

kesempatan Berkarir BSH

Nikmati Berbagai Acara di Kafe Tertinggi Kota Bogor

28 September 2022 - 16:06 WIB

Pelayanan Gratis, Babinsa Curug Kawal Program TMKK

28 September 2022 - 15:40 WIB

Serka Eko Tri Ristanto Laksanakan Musyawarah Bersama Para Warga

28 September 2022 - 15:30 WIB

Muayawarah

Sertifikat Tanah Untuk Rakyat Diserahkan di Kota Bogor

28 September 2022 - 13:52 WIB

Trending di Kota Bogor