Bogordaily.net – Setelah divaksin Covid – 19 apakah akan muncul reaksi anafilaktik? Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu reaksi anafilaktik.
Dikutip dari akun Instagram Kementrian Kesehatan RI @kemenkes_ri, reaksi anafilaktik merupakan syok yang disebabkan oleh reaksi alergi yang berat.
Syok Anafilaktik membutuhkan pertolongan yang cepat dan tepat. Untuk itu fasilitas pelayanan kesehatan harus selalu siap, mengantisipasi kemungkinan kejadian tersebut.
“Reaksi anafilaktik pasti terjadi pada penyuntikan vaksinasi skala besar, meskipun kejadiannya sangat jarang. Dari satu juta dosis, terjadi sebanyak 1 atau 2 kasus,” dikutip dari unggahan @kemenkes_ri.
Reaksi Anafilaktik bisa terjadi tidak hanya disebabkan vaksin, tetapi juga bisa terjadi akibat antibiotik, kacang, nasi, maupun zat kimia.
“Sampai sekarsng, dilaporkan belum ada kejadian anafilaktik pasca penyuntikan COVID-19 di Indonesia,” lanjutnya.
Sejauh ini hanya ditemukan reaksi ringan dan mudah diatasi seperti mengantuk, nyeri otot maupun lemas.
Karena reaksi anafilaktik tergolong ke dalam kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) serius, sehingga setiap kejadiannya harus segera dilaporkan.
“Apabila ada ditemukan reaksi ini, sebaiknya segera dilaporkan secara berjenjang yang selanjutnya diinvestigasi oleh petugas kesehatan yang menyelenggarakan imunisasi,”jelasnya.
Tetapi jangan khawatir ataupun takut, karena manfaat yang dihasilkan dari vaksinasi jauh lebih besar dibandingkan risikonya.
“Vaksin yang dipakai dalam program vaksinasi dipastikan aman, sesuai dengan rekomendasian Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization),”paparnya
Memiliki reaksi lokal dan efek sistematik yang rendah, serta memiliki imunogenitas yang tinggi dan efektif untuk mencegah Covid – 19.
“Vaksin sudah melalui serangkaian pengujian ketat sesuai standar WHO, jadi udah pasti aman dan berkhasiat,”ungkapnya.
Meskipun sudah divaksin, jangan lengah, tetap disiplin terapkan protokol kesehatan 3M, disetiap aktivitas untuk memberikan perlindungan yang optimal.***
