Ketahui Masa Suburmu bersama Rumah Sakit Azra Bogor

  • Whatsapp
Masa subur
Dokter Kandungan Rumah Sakit Azra Elsina K. Pietersz, Sp.OG hari Rabu, 10 Februari 2021. (dok pribadi RS Azra/Bogordaily.net).

Bogordaily.netWanita sangat penting untuk mengetahui masa suburnya, apalagi bagi yang sedang berencana ingin memiliki momongan. Yu ketahui masa suburmu bersama Dokter Elsina dari RS Azra Bogor.

Hubungan seksual yang dilakukan pada masa subur, sangat memungkinkan untuk terjadinya pembuahan. Sehingga peluang untuk terjadinya kehamilan pun lebih besar.

Dokter Elsina K. Pietersz, Sp.OG mengatakan, masa subur seorang wanita adalah ketika sel telur dilepas dari indung telur (ovulasi).

“Kemungkinan terbesar untuk hamil adalah bila melakukan hubungan seksual pada satu sampai dua hari sebelum ovulasi (kurang lebih 14 hari sebelum haid siklus berikutnya), jadi ketahui masa suburmu,” Ucap Dokter Elsina K. Pietersz, Sp.OG.

Dokter mengatakan, jika sel telur yang dilepaskan saat masa subur wanita berhasil dibuahi oleh sperma, kehamilan pun akan terjadi. Akan tetapi, jika tidak dibuahi oleh sperma, sel telur akan mati dan wanita akan menstruasi.

Nah, di antara siklus menstruasi ini terdapat masa paling subur dari wanita.

“Sel telur yang dilepaskan setiap bulan ada kemungkinan dapat terdeteksi apabila Anda mempunyai siklus menstruasi teratur. Bisa dikatakan, masa subur wanita bergantung pada siklus menstruasi yang dimiliki,”lanjutnya.

Dokter Elsina yang merupakan Dokter Kandungan itu mengatakan bahwa, setiap orang mempunyai siklus yang berbeda-beda.

Berikut adalah beberapa metode untuk mengetahui ada dan tidaknya ovulasi :

Pencatatan siklus menstruasi

Siklus haid antara 25 – 35 hari, biasanya terjadi ovulasi.
Apabila jika disertai gejala moliminal yaitu, adanya cairan lendir yang berwarna putih transparan sebelum ovulasi, ada keluhan sebelum menstruasi seperti nyeri haid ringan – sedang, nyeri payudara, perubahan mood dan nafsu makan.

Monitor suhu basal wanita

Suhu basal adalah suhu tubuh saat bangun di pagi hari sebelum melakukan aktifitas apapun.
Sesudah ovulasi, terjadi peningkatan suhu tubuh kurang lebih menjadi 37 derajat celcius.

Pengecekan kadar hormon progesteron.
Kadar hormon progesteron pada darah sebesar 6 – 25ng/ml kurang lebih 7 hari sebelum haid berikutnya, merupakan indikasi terjadinya ovulasi.

Lonjakan kadar LH dengan LH kit.
Ovulasi terjadi 36 jam setelah adanya lonjakan kadar LH yang bisa diketahui dengan LH kit.

Pemeriksaan USG transvaginal Serial.
Pemeriksaan USG transvaginal serial dapat mengukur diameter folikel indung telur yang matang (kurang lebih 20 – 25 mm) sebelum pecah. Jika terjadi ovulasi, maka pada pemeriksaan USG serial 1 minggu kemudian, untuk mendapatkan folikel yang matang sudah pecah dan menjadi kolaps. ADV

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *