Sering Keputihan? Ini 5 Tips Merawat Organ Intim Wanita

  • Whatsapp
Keputihan
Ilustrasi bagian-bagian vagina. (Mayoclinic.org).

Bogordaily.net – Organ intim yang terawat dengan baik dapat mencegah munculnya berbagai masalah kesehatan di area kewanitaan, seperti keputihan dan rasa gatal.

Merawat organ intim wanita penting dilakukan untuk menjaga organ kewanitaan tetap sehat.

Seorang dokter muda, Clarin Hayes, dalam kanal Youtubenya memberikan cara merawat organ intim wanita.

Vagina merupakan bagian penting dari sistem reproduksi wanita, jika tidak dirawat dan dibersihkan dengan baik, maka akan rentan mengalami masalah seperti infeksi vagina.

Berikut 5 cara merawatnya :

1. Basuh Alat kelamin dari Depan ke Belakang.

Membasuh alat kelamin dari belakang ke depan justru dapat memindahkan bakteri dari anus ke vagina.

Solusinya, basuh alat kelamin dari depan. Jika masih terasa aneh dan belum terbiasa melakukannya, minimal bersihkan atau basuh alat kelamin dengan cara ditepuk-tepuk.

Sebagian orang merasa aneh dan belum terbiasa saat membasuh alat kelamin dari depan ke belakang setelah buang air, sebab hal tersebut memang harus dilakukan.

2. Keringkan dengan Tisu atau Kain yang Lembut.

Setelah buang air, biasakan untuk mengeringkan alat kelamin dengan tisu atau kain yang lembut. Banyak yang masih kurang memperhatikan.

Padahal setelah buang air tanpa mengeringkan alat kelamin dan langsung mengenakan celana dalam, maka celana dalam akan menjadi lembab.

Lembab dapat memicu tumbuh dan berkembang biaknya bakteri karena bakteri suka berada di tempat seperti itu.

Apabila celana dalam lembab, maka alat kelamin cenderung akan terasa gatal dan menyebabkan keputihan.

3. Ganti Celana Dalam dan Pembalut Secara Berkala.

Daerah kewanitaan yang lembab akan mengakibatkan bakteri tumbuh dan berkembang biak, harus ganti celana dalam dan pembalut secara berkala setiap 6 jam sekali.

Apabila saat sedang menstruasi, pembalut tidak boleh digunakan sepanjang hari tanpa menggantinya.

Dikarenakan dapat menimbulkan rasa gatal pada selangkangan, lalu pada saat tidak menstruasi dan tidak ingin mengotori celana dalam, juga bisa menggunakan pantyliner dan menggantinya setiap 3 hingga 5 jam.

Namun, jika tidak ingin menggunakannya, gunakan celana dalam berbahan katun supaya vagina dapat bernafas.

4. Hindari Menggunakan Vaginal Douche atau Sabun Pembersih Daerah Kewanitaan.

Keputihan adalah cairan yang keluar dari serviks dan berfungsi sebagai pembersih, menjaga kelembaban serta menjaga lubrikasi.

Alasan yang paling sering terdengar saat seseorang memutuskan untuk memakai pembersih kewanitaan seperti vaginal douche adalah keputihan yang banyak atau area kewanitaan yang gatal.

Kalau tidak tahu bahwa keputihan yang keluar itu sehat dan kamu memutuskan untuk menggunakan vaginal douche, cairan khusus pembersih vagina, justru akan menyebabkan bakteri tumbuh dan berkembang biak pada vagina.

Dikarenakan menghilangkan Lactobacillus Sp, bakteri baik yang mempertahankan ph asam dari vagina, kemudian membasuh area kewanitaan, cukup dengan air hangat bersih yang mengalir, tidak perlu menggunakan antiseptik ataupun pewangi.

5. Mencukur Rambut Pubis.

Rambut pubis salah satunya, rambut pubis berfungsi menjebak bakteri-bakteri yang ingin masuk pada organ intim jadi menempel pada rambut pubis.

Rambut pubis juga dapat menyerap kelembaban yang ada pada organ intim. Seiring berjalannya waktu, rambut pubis pasti akan memanjang, kalian bisa mencukur menjadi lebih pendek namun jangan cukur hingga habis atau botak.

Yang terpenting adalah tidak terjadi iritasi saat kalian shaving atau trimming rambut pubis, ada suatu kondisi yg mengharuskan kalian mencukur rambut pubis seperti, terkena infeksi virus pubis atau bisa dikatakan semacam kutu yg tumbuh pada rambut pubis.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *