BUMN Resmikan Indonesia Battery Corporation (IBC)

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Pegadaian Turun, Rabu 28 September 2022 Jangan Telat Perpanjang SIM! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 28 September 2022 Terkini! Ini Ramalan Kota Bogor Hari Ini, Rabu 28 September 2022 Masih Sama, Berikut Harga Emas Pegadaian Hari Ini Selasa, 27 September 2022 Terbaru! Ini Lokasi Perpanjang SIM di Kota Bogor, Selasa 27 September 2022

Headline · 27 Mar 2021 12:25 WIB

BUMN Resmikan Indonesia Battery Corporation (IBC), Siap Jadi Pemain Global


 mobil bertenaga listrik karya SMK di Kudus, Jawa Tengah (Antaranews.com/ Bogordaily.net) Perbesar

mobil bertenaga listrik karya SMK di Kudus, Jawa Tengah (Antaranews.com/ Bogordaily.net)

Bogordaily.net- Menteri BUMN resmikan IBC agar Indoseia bisa bermain di pasar global. Motor dan mobil listrik sudah hadir di Indonesia. Bukan menggunakan bahan bakar minyak, melainkan menggunakan listrik atau baterai sebagai sumber energi penggeraknya.

Kebutuhan listrik atau baterai sebagai penggerak kendaraan listrik, tentu menjadi peluang bisnis masa depan. Untuk memenuhi kebutuhan pengendara kendaraan modern tersebut, maka Menteri BUMN resmikan IBC untuk mendukung kebutuhan kendaraan modern tersebut.

Menteri BUMN Erick resmikan IBC sebagai bukti agar Indonesia tak ingin tertinggal lagi dengan tren industry global.

IBC atau Industri Baterai Indonesia merupakan konsorsium yang akan bertanggung jawab atas produksi baterai kendaraan listrik di Tanah Air. Konsorsium ini terdiri dari beberapa BUMN, yakni MIND ID, PT PLN, PT Pertamina, dan PT Antam Tbk.

“Pak Presiden bilang tahun 80an itu industri kayu telat, minyak telat dan ini alhamdilillah justru kita memanfaatkan momentum dengan perubahan EV batery ini yang berbasis nikel kita ambil langkah berani. Kita engga mau kalah sama negara besar lain. Kita bisa jadi pemain global,” kata Erick dikutip dari suarajabarid.

Erick Thohir optimis, kehadiran IBC jadi momen penting Indonesia menyambut perkembangan industri otomotif dunia, yakni peralihan dari kendaraan berbahan bakar minyak ke mesin bertenaga listrik dari baterai.

Total kapasitas baterai yang dihasilkan IBC diharap mencapai 140 GwH pada tahun 2030. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri I BUMN Pahala Mansury.

Menurut Pahala, pada tahap pertama diharapkan IBC akan memproduksi baterai dengan kapasitas antara 10 sampai dengan 30 GWh. Seiring perkembangan, dengan jumlah mitra yang dimiliki, diharapkan total kapasitas baterai yang diproduksi oleh IBC bisa terus ditingkatkan.

Wamen BUMN itu mengungkapkan hal yang ingin dilakukan melalui pembentukan IBC ini adalah Indonesia bisa memiliki sebuah industri baterai yang terintegrasi.

Indonesia tidak membangun satu pabrik saja, tetapi terlibat dalam penambangan material, smelter nikel, memproduksi precursor-nya hingga battery cell. Bahkan Indonesia juga akan memiliki juga energy storage, stabiliser, dan industri daur ulang baterai. ***

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Restoran di China Kebakaran, 17 Orang Tewas

28 September 2022 - 23:21 WIB

Curhat Pilu Pemilik Penis Terbesar di Dunia, Takut Kesakitan

28 September 2022 - 20:18 WIB

penis terbesar di dunia

Takut Disuruh Wajib Militer, AS Suruh Warganya Tinggalkan Rusia

28 September 2022 - 20:09 WIB

Tagar #ChinaCoup Trending di Twitter, Tersebar Rumor Xi Jinping Dikudeta

28 September 2022 - 19:02 WIB

Profil Febri Diansyah, Eks Jubir KPK yang Kini Jadi Pengacara Putri Candrawathi

28 September 2022 - 16:51 WIB

Rasamala Aritonang, Eks Penyidik KPK yang Kini Jadi Pengacara Ferdy Sambo

28 September 2022 - 16:20 WIB

Trending di Tokoh