Kudeta Militer Myanmar Mulai Dikhianati Polisi, Lebih 500 Personil Gabung ke Masyarakat

  • Whatsapp
dikhianati Polisi
Polisi Myanmar membelot dok AFP (Bogordaily.net).


Bogordaily.net
Kedeta militer Myanmar atas kepemimpinan Aung San Suu Kyi kini mulai dikhianati 500 personil polisi setempat dengan bergabung bersama barisan masyarakat.

Dikutip Bogordaily.net dari The Irrawaddy pada Minggu, 7 Maret 2021, Berbeloknya polisi dikabarkan karena aksi kekerasan yang telah menewaskan puluhan masyarakat sipil.

Militer tak segan menembaki para demonstran dengan gas air mata dan tindakkan lainnya.

Ratusan polisi meninggalkan pos mereka dan bergabung bersama rakyat Myanmar dalam aksi melawan junta militer.

Pada Kamis, 4 Februari 2021 lebih dari 500 polisi meninggalkan posnya.

Jum’at 5 Februari 2021 setidaknya sebanyak 100 orang polisi lainnya menyusul bergabung dengan barisan rakyat.

Jumlah personil polisi yang mengundurkan diri pun dilaporkan terus bertambah secara signifikan.

Di wilayah Naypyidaw seorang kepala polisi cangang Khusus Tin Min Tun bergabung dalam gerakan membelot ke rakyat.

Baca Juga  Imbas Kudeta, Facebook Diblokir di Myanmar

Dalam laman akun Facebooknya sang kepala polisi memberitahukan bahwa ia telah bergabung dengan masyarakat serita mengapresiasi para demonstran muda yang memimpin gerakan menolak kudeta.

Keikutsertaan Tin Min Tun ini membuat dampak besar bagi lingkungan kepolisian.

“Saya tidak mau lagi mengabdi di bawah rezim militer (Myanmar). Saya telah bergabung bersama para pegawai negeri dalam gerakan pembangkangan sipil.” ucap Tin Min Tun

Seorang sumber mengatakan bahwa sejauh ini tak ada polisi yang ditangkap karena melakukan pembelotan.

Hanya dilakukan pembujukan agar mereka kembali, namun tak satu pun dari polisi yang membelot kembali ke pos mereka. Militer telah dikhianati Polisi.

Polisi yang melakukan pembelotan mengatakan bahwa mereka hanya akan mengikuti perintah dari pemerintahan terpilih dan sah.

Diketahui bahwa pada Sabtu 6 Maret 2021 malam pasukan militer Myanmar melepas tembakan pada saat melakukan penggerebekan di kota utama Yangon, dan menangkap tiga orang di Kotapraja.

Baca Juga  Geger!! Bagan Makar Goyang Jokowi. Pendanaan Disebut-sebut dari Tommy Soeharto...

Keadaan di Myanmar saat ini dalam kekacauan sejak militer mengambil alih pemerintahan setelah menggulingkan dan menahan pemimpin terpilih Aung Suu Kyi pada 1 Februari 2021.

Masyarakat yang menolak kudeta melakukan protes dan mogok harian yang akhirnya mencekik bisnis serta melumpuhkan pemerintahan.

Ada protes sporadis di seluruh Myanmar pada hari Sabtu, 6 Maret 2021 dan media lokal melaporkan bahwa polisi menembakkan peluru gas air mata dan granat kejut.

Militer berupaya membubarkan protes di distrik Sanchaung di Yangon, kota terbesar di negara itu. Tidak ada laporan korban jiwa.

Dihari – hari sebelumnya pihak militer telah menewaskan sedikitnya 50 orang demonstran yang menolak kudeta militer Myanmar.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *