Esha Flora Lab Lembaga Bioteknologi di Kedung Waringin

  • Whatsapp
Lembaga Bioteknologi
Lab lembaga bioteknologi Esha Flora (Arsal/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Esha Flora merupakan sebuah Lab lembaga bioteknologi non profit untuk budidaya tanaman yang ada di Kedung Waringin.

Awal tercipta nya Esha Flora pada tahun 2004 sebagai bentuk pengabdian Pemilik Esha Flora, Ir Edhi Sandra sebagai dosen di IPB. Esha Flora sendiri fokus kepada pengaplikasian bioteknologi di masyarakat secara luas.

Dalam pelaksanaan bioteknologi tersebut, Esha Flora membina Kelompok Wanita Tani (KWT) Macodes yang ada di kelurahan Kedung Waringin.

Lab Lembaga Bioteknologi
Hasil tanaman pemberdayaan melalui bioteknologi (Arsal/Bogordaily.net)

Edhi mengatakan KWT Macodes ini merupakan KWT yang berbasiskan bioteknologi. Teknologi yang dipakai berupa bioteknologi kultur jaringan, teknologi tersebut ke depannya akan menjadi andalan di dalam dunia budidaya.

“Apalagi saat ini jaman pandemi dan juga harga tanaman hias lagi naik,” ujar Edhi kepada Bogordaily.net saat di temui di Lab nya, Jumat 9 April 2021.

Baca Juga  KWT Anggrek Macodes Kedung Waringin Menanam Dengan Metode Bioteknologi

Kemudian Edhi mengungkapkan sampai saat ini sudah mencapai 337 jenis tumbuhan dan terus bertambah sesuai permintaan masyarakat.

Jenis tumbuhan nya pun bermacam-macam mulai dari tanaman Anggrek, tanaman pohon, tanaman obat, bahkan ada tanaman obat yang sudah hampir punah.

Jenis tanaman yang hampir punah tersebut merupakan tanaman yang mempunyai banyak manfaat. Tanaman tersebut mengandung 13 bahan boaktif dan 3 bahan anti hipertensi dan juga ada kandungan obat afrodisiak yang bisa meningkatkan gairah seksual.

“tumbuhan ini merupakan tumbuhan yang mempunyai 2 fungsi yang bertentangan, satu untuk menurunkan tegangan dan satunya lagi untuk menaikkan tegangan,” katanya.

Baca Juga  Harga Selangit, 10 Tanaman Hias ini Lagi Melejit

Selanjutnya Edhi mengatakan, untuk hasil yang telah dihasilkan lebih kepada pemberdayaan serta melatih sumber daya manusia nya. Esha Flora pun menjual hasil dari pemberdayaan tersebut.

Namun hanya kepada anggota peserta pelatihan nya saja untuk bentuk support mereka jika ingin mereka kembangkan lebih dalam.

Esha Flora pun sampai saat ini sudah ada ribuan peserta pelatihan dari seluruh indonesia, dan juga ada mahasiswa yang datang untuk magang ataupun meneliti. Bagi para mahasiswa yang ingin meneliti tidak sama sekali dipungut biaya, bahkan di biayai oleh pihak Esha Flora namun harus mengikuti topik yang diberikan. Adv

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *