Perjalanan Menulis Irma Siti Nurafiani, dari Wattpad sampai Novel

  • Whatsapp
Novel
Penulis Novel Irma Siti Nurafiani. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Irma Siti Nurafiani menceritakan perjalanan menulisnya kepada Bogordaily.net, dari penulis Wattpad sampai merilis novel.

Wanita kelahiran 5 September 1975 ini mengaku, sudah menyukai dunia menulis dari ia masih muda.

“Saya memang seneng nulis dari jaman Sekolah Menengah Pertama (SMP) dulu, entah itu puisi atau Cerita Pendek (Cerpen),” ucapnya saat dihubungi oleh Bogordaily.net pada Selasa, 6 April 2021.

Bahkan, Irma mengatakan bahwa ia sering menulis Cerpen dan Cerita Mini (Cermin) yang nantinya ia kirimkan.

“Kalo dulu sering banget nulis cerpen atau cermin jaman SMP tahun 90an, terus aku kirim deh ke majalah,” ungkap Irma.

Setiap harinya, wanita berumur 45 tahun ini terus menulis dari SMP dan ia mulai mengenal aplikasi menulis Cerpen yaitu Wattpad.

“Nulis sih jalan terus, tapi aku simpen aja. Lama vakum, di bulan Oktober tahun 2018 aku kenal Wattpad (Wp) jadi mulai dari situlah aku tuangkan karya-karyaku di sana,” jelasnya.

Memakai nama Irma afiani untuk nama author, Irma mengaku telah mempunyai beberapa cerpen yang telah ia tulis di Wattpad.

“Ada sekitar 25 judul cerpen yang aku telah tulis di Wattpad,” ucapnya.

Tambahnya, selama ini Irma dapat menulis banyak cerpen karena mendapatkan inspirasi yang berasal dari mana saja.

“Kalo inspirasi sih banyak, bisa dari mana aja. Kadang lihat kehidupan orang lain, diri sendiri bahkan dari lagu yg didengarkan atau sekedar fiksi saja, khayalan yang kadang terbentuk dengan sendirinya,” paparnya.

Baca Juga  Keren! 24 Jurnalis Perempuan Terbitkan Buku Antologi Cerita Pendek

Berjalan lancar di Wattpad, Irma ditawari oleh jasa Printing untuk merilis beberapa cerpen yang telah ia tulis menjadi novel.

“Terus aku ditawari oleh Samudera Printing, untuk membukukan beberapa karyaku itu,” ujar Irma.

Dari 25 judul cerpen di Wattpad, Irma bisa merilis 3 novel di tahun ini dengan bantuan Samudera Printing.

“Yang pertama judulnya Queen Paquita rilis pada Januari 2021, kedua ada Bidadari Surga bersamaan dengan My War Girl pada Februari 2021,” jelasnya.

Cerpen yang berjudul My War Girl mendapatkan respon positif dari masyarakat, karena telah dibaca sebanyak 108 ribu dan yang memberikan bintang ada 7.1 ribu.

Kegemarannya terhadap menulis ternyata menurun kepada anak kembarnya yang berumur 23 tahun.

“Anakku yang kembar juga suka menulis kebetulan, sering juga ikutan lomba nulis dari SMP, walaupun bukunya berupa antologi dan ada beberapa cerita,” ungkap Irma.

Irma juga memberikan sinopsis 3 novelnya yang berjudul Queen Paquita, Bidadari Surga dan My War Girl.

Novel pertama
Judul : Queen Paquita
Cerita Romance
Fiksi umum
Sinopsis : Queen Paquita Albarier, putri King Aslam Albarier. Merasa risih dengan aturan kolot ayahnya yang akan menjodohkannya. Dia kabur dan hidup mandiri sebagai Assistant manager sebuah Resto besar. Dia menyamar sebagai gadis biasa yg sederhana. Dalam penyamarannya itu. Siapa sangka malah bertemu Lucas Brian Smith, calon suami yang akan dijodohkan ayahnya. Sikap Lucas yang menyebalkan membuat Quita kesal tapi menimbulkan rasa nyaman.

Baca Juga  Keren! 24 Jurnalis Perempuan Terbitkan Buku Antologi Cerita Pendek

Novel kedua
Judul : Bidadari Surga
Cerita Romance
Fiksi umum
Sinopsis : Lalu siapa bidadari surga itu.” teriaknya kesal.
” Kamu sayangku, istri yang selalu menuruti dan mencintaiku.”
Wanita itu pergi berlalu dengan wajah cemberut.
” Aku bukan istrimu, dasar gila.!!” rutuknya.
” Kamu istriku cantik. Mahreen Sayidha.”
” Aku Adhania Alwi, bukan Mahreen Sayidha dan aku tidak mengenalnya. Aku juga tidak mengenalmu.”
” Tapi kamu istriku.”
” Jangan mimpi, sinting!!”

Novel ketiga
Judul : My War Girl
Cerita Romance
Fiksi Umum
Sinopsis : Dr. Fanny Cornelia Henzie tidak pernah menyangka, dia akan terpilih sebagai dokter yang ditugaskan di Barak Militer. Sebenarnya, inginnya dia ditugaskan Rumah sakit tempat Armandio Lucas, kekasihnya bertugas. Tapi ternyata surat tugas itu tidak mampu untuk dia tolak. Gadis itu harus siap ditugaskan dimana pun. Barak militer yang hampir dihuni oleh seratus persen Tentara lelaki itu membuatnya terkadang risih. Apalagi ada Maxwell Fritz Moretti, seorang komandan Batalyon yang terluka dan selalu berkata ketus terhadapnya. Tapi juga selalu menggodanya. Gadis itu merasa tertekan, jika tidak mengingat akan sumpah tugasnya. Cc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *