Bogordaily.net – Ketika memasuki bulan ramadhan biasanya kita mengucapkan Selamat Ramadhan kepada saudara, teman atau sahabat.
Lalu ada teman atau keluarga yang menuliskan Ramadhan Kareem atau Ramadhan Mubarak. Terkadang timbul pertanyaan, manakah yang benar?
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin yang dipertanyakan hukum kalimat tersebut memberikan jawaban.
“Hukum kalimat Ramadhan Kareem itu tidak benar karena arti dari Ramadhan Kareem itu, Ramadhan itu pemurah. Sedangkan Mubarak mengandung arti Ramadhan yang diberkahi. Jadi, bukan Ramadhan yang memberi sehingga dikatakan pemurah tapi Allah Ta’ala yang memberikan segalanya,” Majmu’ Fatawa Syaikh Al-‘Ustaimin 20/254 .
Oleh karenanya, maka kita harus menyebutnya Ramadhan Mubarak, seperti hadist yang diriwayatkan oleh HR. Ahmad.
“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan Mubarak yaitu bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim atau neraka ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” HR. Ahmad.***
