Viral, Diduga Oknum Ormas FUI Medan Ludahi Wanita Saat Protes Seni Jaran Kepang Dianggap Syirik

  • Whatsapp
Tangkapan layar video wanita diludahi diduga oknum ormas FUI Medan.

Bogordaily.net – Viral video wanita diludahi saat adu argumen antara warga dengan diduga oknum anggota organisasi masyarakat (Ormas) Dewan Pempinan Daerah (DPD) Forum Umat Islam (FUI) Medan saat memerotes gelaran Jaran Kepang yang sedang berlangsung karena dianggap syirik.

Dari keterangan pada unggahan video yang diunggah akun Facebook Palti Hutabarat tertulis bahwa pertunjukan seni budaya Jaranan atau Jaran Kepang dianggap syirik oleh ormas Laskar Khusus Umat Islam FUI DPD Medan.

“Pertunjukan seni budaya Jaranan atau biasa disebut Jaran Kepang, Laskar Khusus Umat Islam FUI DPD Medan Menganggap Syirik lalu di bubarkan, Beberapa saat kemudian, salah 1 anggota ormas tersebut maju & meludahi wanita yang adu argumen. Kontan, sejumlah warga emosi. Kerusuhan pun terjadi,” tulis akun Facebook Palti Hutabarat.

Baca Juga  Viral, Pria Asapi Monyet dengan Vapor di Batu Secret Zoo

Video itu berdurasi 2 menit 2 puluh detik, pemperlihatkan seorang wanita yang sedang adu argumen dengan beberapa orang angota ormas.
Wanita tersebut marah atas perlakuan ormas yang mengatakan bahwa seni yang mereka tampilkan adalah syirik.

“dimana mana orang bebas, di Merak bebas,” ucap wanita tersebut.

Lalu ormas menanyakan apakah pihak dari seni budaya sudah izin atau belum lalu mereka mengatakan sudah mendapatkan izin.

“Kami sudah izin, terserah katanya,” ucap wanita tersebut.

Tiba – tiba seorang pria anggota ormas mendekati wanita itu sambil membuka maskernya lalu meludahi wanita tersebut.
Kondisi seketika menjadi ricuh, pihak seni budaya tidak terima perlakuan tidak sopan dari anggota ormas.

Baca Juga  Nama Gisel Trending Lagi di Tengah Kasus Video Syur Nobu

Beberapa warga pun mulai terpancing emosi dan akhirnya terjadi kericuan antara warga dengan ormas.

Hingga berita ini disiarkan belum diketahui informasi lebih lanjut dari kejadian tersebut maupun konfirmasi pihak berwenang.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *