Bogordaily.net – Untuk hadapi lonjakan pasien Covid-19 pasca lebaran, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor siap menambahkan tenaga medis.
Antisipasi hadapi lonjakan kasus Covid-19 pasca lebaran tentu sangat perlu dilakukan, seperti yang diketahui walaupun sudah ada larangan mudik dari pemerintah pusat, namun ada beberapa masyarakat tetap memaksakan untuk mudik.
Hal ini tentu perlu persiapan yang sangat ekstra dalam penanganan, jika terjadi kasus seperti ini mulai dari pemerintah maupun rumah sakit di daerah tersebut.
RSUD Kota Bogor menjelaskan persiapan pasca lebaran pada channel youtubenya, jika memang terjadi lonjakan kasus tersebut.
Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir, M.Kes mengungkapkan, pihak rumah sakit harus tetap selalu waspada tinggi karena rs merupakan tempat untuk orang yang bergejala.
Lanjutnya, bahkan RSUD Kota Bogor pun tetap menyediakan tempat tidur khusus untuk Covid-19 sampat saat ini.
“Kita tetap menyediakan ruangan tanpa kita ubah untuk pasien umum dan kita tetap terus waspada,” ujarnya.
Ilham mengatakan, saat ini untuk jumlah pasien Covid-19 yang ada di RSUD Kota Bogor per harinya sudah mencapai 29 orang, angka tersebut merupakan penurunan yang sangat baik dibanding pada saat lonjakan di bulan Febuari sampai dengan 120 pasien.
Walaupun jumlah yang semakin menurun tentu harus bisa dipertahankan dan jangan sampai lengah, hingga terjadi lonjakan naik kembali.
“Dengan adanya penurunan ini kita jangan sampai lengah hingga terjadi seperti beberapa negara tetangga kita,” ucapnya.
Pihak RSUD Kota Bogor pun sampai saat ini telah mempersiapkan para tenaga medis, dokter, perawat yang siaga untuk menghadapi kondisi terburuk.
Jika memang terjadi kondisi seperti itu, maka RSUD Kota Bogor sudah siap dari segi sarana, dan pra sarana.
Ilham menjelaskan, pihak RSUD pun telah bekerja sama dengan beberapa ex Rumah Sakit lapangan, jika sewaktu waktu RSUD Kota Bogor penuh maka rumah sakit tersebut bisa dipakai untuk menampung pasien Covid-19.Adv