Hari ini, Ganjil-Genap Berlaku Selama 2 Jam

  • Whatsapp
Selama 2 Jam
Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Kapolresta Bogor Kota Susatyo Purnomo Condro saat melakukan sosialisasi dan simulasi sistem Ganjil-genap di Jalur SSA. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Hari ini, Satgas Covid-19 Kota Bogor kembali menerapkan kebijakan operasi Ganjil-Genap, selama 2 jam sejak pukul 15.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB.

Operasi ganjil-genap yang bertujuan mengurangi mobilitas masyarakat ini hanya diberlakukan di sepanjang jalan SSA (Sistem Satu Arah) seputar Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor.

Kepala Polresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, Operasi Ganjil-Genap selama  2 jam pada akhir pekan ini, hanya akan dilakukan di seputaran Kebun Raya Bogor atau Istana Bogor.

Selama 2 Jam

“Meliputi Jalan Jalak Harupat, Jalan Pajajaran, Jalan Otto Iskandar (Otista), dan Jalan Ir Djuanda,” ujar Kepala Polresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Jumat 30 April 2021.

Ia menambahkan, pemberlakuannya hanya dua jam saja, mulai pukul 15.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB.

“Kita rencanakan ganjil-genap pada Sabtu dan Minggu besok,” katanya.

Untuk itu, Susatyo menjelaskan, pada jalur di wilayah Kebun Raya Bogor selalu padat ketika akhir pekan. Karena itu, perlu dilakukan pembatasan dengan operasi ganjil-genap meski waktunya tidak lama.

Selain itu, hal tersebut juga dilakukan untuk membatasi mobilitas masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.

Baca Juga  Skema Rekayasa Lalu Lintas Terbatas di Pasar Kebon Kembang

“Hanya dua jam. Karena tingkat mobilitas masyarakat diwaktu itu tinggi. Ini menjadi bagian dari crowd free road. Ganjil-genap ini tidak total hanya membatasi kerumunan masyarakat saja dua jam,” jelasnya.

Kemudian Susatyo menuturkan, petugas mulai menutup arah Jalan Pajajaran untuk sosialisasi. Sementara untuk mengantisipasi kepadatan arus, petugas akan mengalihkan ke jalur lain.

“Makanya kita sosialisasikan ya, kita akan mulai untuk membatasi cross antar Kecamatan. Karena sentral di SSA tersebut, dari utara ke timur, dari timur ke selatan sehingga kami batasi sehingga tidak menumpuk di satu titik pusatnya.
Semua akan mengantisipasi buangan-buangan arus dari tempat tersebut,” jelasnya.

Untuk itu, operasi ganjil-genap ini bertujuan untuk mengurangi mobilitas masyarakat di akhir pekan. Sebab, mobilitas masyarakat pada akhir pekan di kota Bogor sangat tinggi.

Menurutnya, ganjil-genap di lokasi SSA efektif mengurangi mobilitas warga.

“Kalau sekarang Senin sampai Jumat itu rata-rata kemacetan atau kepadatan kerumunan itu karena orang pulang kerja. Tapi hari Sabtu dan Minggu itu kami mengurangi adanya buka puasa bersama dan lain sebagainya,” ucapnya.

Baca Juga  Polresta Bogor Kota Siapkan 200 Polisi Ramadhan

Susatyo menambakan, bagian dari pada Crowd Free Road (CFR). Hanya saja tidak diterapkan secara total melainkan membatasi kerumunan masyarakat.

Karena itu, Satgas Covid-19 hanya menerapkan ganjil genap pada akhir pekan ini di tanggal 1-2 Mei. Sementara untuk selanjutnya, pada pekan tanggal 6-17 Mei akan ada penyekatan di batas Kota.

Sedangkan mulai tanggal 6-17 Mei 2021, polisi mulai memberlakukan penyekatan di batas Kota.

“Kita sosialisasikan sehingga Sabtu-Minggu mulai ganjil genap. Kalau minggu depan tanggal 6-17 Mei ada penyekatan di batas kota. Menjelang itu kita akan mulai atur mobilitas antar kecamatan dengan ganjil genap,” pungkas dia.

“Sehingga upaya kami dengan ganjil-genap ini mobilitas warga hanya dilakukan di wilayahnya saja. Kalau warga Bogor Timur ya buka puasanya di sana aja, jadi tidak cross,” sambungnya.

Selanjutnya, Susatyo mengingatkan kepada masyarakat agar menyesuaikan kendaraannya dengan tanggal plat nomer ganjil-genap.

“Ini juga akan mengantisipasi kemacetan di ruas jalan lainnya dari kendaraan yang terkena ganjil-genap,” ungkapnya.***

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment