Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan 30.000 alat Rapid Antigen untuk mengantisipasi pemudik Lebaran. Hal itu menindaklanjuti instruksi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk mewaspdai terjadinya ancaman gelombang kedua pascalibur Lebaran.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyampaikan, bagi para pemudik yang kembali lagi RT/RW dan PPKM skala mikro harus diperketat lagi, untuk mewaspadai peningkatan arus pasca mudik sampai dengan 29 Mei 2021,
“Warga yang ‘hilang atau tidak ada’ dipastikan akan langsung melakukan tes Swab. Koordinasi sudah kita lakukan dengan RT RW Siaga, puskesmas standby. Kemudian sebanyak 30 ribu alat tes rapid antigen sudah disebar ke semua wilayah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, Selasa 18 Mei 2021.
Diketahui sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi pimpinan unsur Forkopimda Kota Bogor mengikuti rakor secara virtual di Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor, Senin 17 Mei 2021.
Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan, pasca lebaran semua daerah harus hati-hati dan betul-betul waspada karena ada potensi penambahan jumlah baru kasus Covid-19 meskipun pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan larangan mudik.
Berdasarkan data, terdapat 1,5 juta orang yang tetap mudik dalam rentang 6 hingga 17 Mei 2021. Penambahan kasus aktif, diharapkan tidak sebesar seperti tahun-tahun lalu.
Konsistensi dan ketahanan harus dimiliki semua pihak mengingat pandemi Covid-19 tidak mungkin selesai dalam waktu satu atau dua bulan.
Kepada kepala daerah dan unsur forkopimda seluruh Indonesia, kepala negara juga meminta agar hafal dengan kondisi, angka dan data di daerahnya masing-masing agar tahu langkah apa yang harus dilakukan.
Berdasarkan grafis dan curve, mobilitas masyarakat di tempat-tempat wisata pasca lebaran mengalami peningkatan yang tinggi sekali, 38 hingga 100,8 persen.*
