Pemudik Maki-maki Petugas Penyekatan Bogor-Sukabumi, Akhirnya Minta Maaf

  • Whatsapp
minta maaf

Bogordaily.net – Beredar video viral di media sosial, pengendara mobil Honda Mobilio yang mengaku-ngaku polisi agar bisa lolos penyekatan perbatasan di Bogor-Sukabumi. Akhirnya datang ke Makopolres Sukabumi, untuk minta maaf.

Kapolres Sukabumi AKBP M. Lukman Syarif mengatakan, kedatangan Hesti bersama Raminto ke Polres Sukabumi, secara sukarela untuk mengklarifikasi video yang kadung viral di media sosial.

“Keduanya secara sukarela datang minta maaf ke sini (Polres Sukabumi) mengklarifikasi kejadian berita viral ibu-ibu memaki petugas kepolisian, di pos penyekatan Cirurug Kabupaten Sukabumi, yang terjadi pada Sabtu 15 Mei 2001, pukul 10:00 WIB,” ujar Kapolres Sukabumi AKBP M. Lukman Syarif kepada awak media dalam pres rilis di Mapolres Sukabumi.

Kemudian Lukman menegaskan, bahwa kedatangan keduanya itu juga atas dasar kesadaran. Hasil pemeriksaan penyidik apa yang dilakukan keduanya itu, sudah masuk pada unsur melawan hukum.

Baca Juga  Keren.. Video Bocah Hadang Sepeda Motor di Trotoar yang Menghobohkan Jagat Maya

“Pertama UUD Nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular, kedua pasal 216 KUHP tentang tidak menuruti perintah menurut UUD. Ketiga pasal 315 KUHP tentang penghinaan ringan,” tegasnya.

“Atas perbuatannya ibu Hesti dan Raminto menyadari, bahwa tindakan yang dilakukan sudah melanggar ketentuan hukum,” sambungnya.

Namun, dengan itikad baiknya meminta maaf kepada petugas kepolisian atas nama Briptu Febio dan kepolisian negara Republik Indoensia.

“Saya Kapores Sukabumi memberikan apresiasi kepada anggota yang sudah melaksanakan tugas dengan baik dan menyayangkan kejadian tersebut,” ucapnya.

Menurut Lukman, pada kasus ini semuanya diuji kesabarannya baik petugas maupun masyarakat.

“Sebagai anggota kepolisian dalam melaksanakan tugas diuji kesabarannya dan disinilah kita melihat kesadaran masyarakat dalam mematuhi anjuran pemerintah,” paparnya.

Baca Juga  Pembakar Alquran Tertangkap Pelakunya Ternyata Pria

Ini merupakan pembelajaran bagi semua, bahwa jejak digital itu bisa menguntungkan dan merugikan kita semua.

“Saat ini masih dalam suasana Idul Fitri saya dan Briptu Febio membuka seluas luasnya atas permintaan maaf ibu dan bapak Raminto. Semoga kejadian ini tidak terualang kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, Hesti menahan isak tangis menyampaikan permintaan maafnya langsung kepada Briptu Febio dan institusi polri, karena dirinya telah mengucapkan kata-kata kasar kepada anggota.

“Briptu Febio saya sangat meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilapan saya kepada bapak sudah berkata kasar. Insya ini menjadi pelajaran bagi saya. Khususnya kepada institusi Polri, karena saya telah bekata kasar kepada anggotanya. Sekian terima kasih,” ucapnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *