Puasa Bulan Syawal Haruskah Berurutan

  • Whatsapp
Puasa Bulan Syawal

Bogordaily.net – Puasa enam hari bulan Syawal tidak mesti berurutan. Boleh saja melakukannya secara terpisah tapi semakin cepat tentunya semakin bagus. Allah berfirman:

“Berlomba-lombalah kamu dalam mengerjakan kebaikan.”

Dalam ayat lain Allah berfirman:

“Bersegeralah menuju ampunan dari Rabbmu”

Dalam ayat lain Allah menceritakan penuturan Nabi Musa:

“Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Rabbku, agar supaya Engkau ridho (kepadaku)”. (QS. 20:84)

Banyak sekali kerugian dari menunda amalan. Itulah mengapa pendapat yang dipilih oleh ulama madzhab Syafi’i dan sebagian ulama madzhab Hambali.

Namun juga tidak ada larangan untuk mengulurnya. Boleh saja mengulurnya hingga pertengahan bulan atau bahkan akhir bulan.

Imam An-Nawawi Rahimahullah berkata:

“Rekan-rekan kami berkata: Sunnat hukumnya mengerjakan puasa enam hari bulan Syawal. Berdasarkan hadits di atas (yaitu hadits yang telah disebutkan beliau sebelumnya). Dan dianjurkan melakukannya secara berurutan di awal bulan Syawal. Namun boleh saja ia lakukan secara terpisah (tidak berurutan) di akhir bukan Syawal.”

Dia tetap terhitung melakukan sunnah Nabi. Berdasarkan hadits Nabi yang umum dan mutlak tersebut. Tidak ada perbedaan pendapat dalam masalah ini, dan itulah pendapat yang dipilih oleh Imam Ahmad dan Dawud Az-Zhahiri.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *