Selamat Hari Pendidikan Nasional, Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar

  • Whatsapp
Pancasila menjadi landasan dasar pendidikan di Indonesia. (Sumber: Pexels.com)

Bogordaily.net – Tangal 2 Mei, disepakati bangsa Indonesia menjadi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Pada 2021, Peringatan Hardiknas mengambil tema Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional, tak bisa dilepaskan dari sosok Ki Hadjar Dewantara, sang pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda.

Mengusung tema  Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar, diharapkan semangat sosok Ki Hadjar Dewantara, hadir semakin nyata.

“Pendidikan adalah hal mutlak bagi siapapun, termasuk segala suku, segala bangsa bahkan segala agama, jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan setiap orang sebagai guru” begitu pesan Ki Hajar Dewantara.

Dikutip dari National Geographic, Ki Hadjar Dewantara bernama R.M. Suwardi Suryaningrat, lahir dari keluarga ningrat di Yogyakarta, 2 Mei 1889.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia mengenyam pendidikan di STOVIA, namun tidak dapat menyelesaikannya karena sakit. Akhirnya, ia bekerja menjadi seorang wartawan di beberapa media surat kabar, seperti De Express, Utusan Hindia, dan Kaum Muda.

Baca Juga  2 Mei, Tepatnya Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)

Selama era kolonialisme Belanda, Ki Hadjar Dewantara dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu.

Pada saat itu, pemerintah Belanda hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau kaum priyayi yang bisa mengenyam bangku pendidikan.

Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan Ki Hadjar Dewantara diasingkan ke Belanda bersama dua rekannya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo.

Ketiga tokoh ini kemudian dikenal sebagai “Tiga Serangkai”.

Kemudian setelah kembali ke Indonesia, Ki Hadjar Dewantara mendirikan sebuah lembaga pendidikan Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa.

Berkat usaha kerja keras dan jasanya dalam rangka merintis pendidikan di tanah air, Ki Hadjar Dewantara dinobatkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia atas dasar Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959 pada Tanggal 28 November 1959.

Kemudian, hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional Indonesia.

Baca Juga  Ini Dia Kepala Sekolah Berprestasi di Kota Bogor. Sekolah Kamu?

Dengan adanya kemudahan dalam menempuh jenjang pendidikan saat ini diharapkan bagi generasi muda, siswa dan pelajar dapat memanfaatkannya untuk menimba ilmu yang setinggi-tingginya.

Seperti kutipan dalam kalimat kiasan “Tuntutlah Ilmu dari Buaian hingga ke Liang Lahat” atau “Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri Cina” yang memiliki makna Menuntut ilmu itu tidak mengenal adanya batasan umur dan usia, serta tempat.

Diharapkan pemerintah yang berkuasa saat ini memberikan porsi tunjangan APBN yang lebih besar serta pengawasan yang ketat terhadap penyerapan anggaran sektor pendidikan di Indonesia, demi untuk meningkatkan martabat dan kemakmuran bagi segenap warga negara.

Selain itu yang perlu dipertimbangkan adalah nasib dan kesejahteraan para pengajar atau guru, sehingga mereka bisa lebih optimal dalam memberikan sumbangsih terhadap kemajuan pendidikan, serta pembangunan sarana sekolah baru yang memadai hingga ke pelosok tanah air.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *