Bogordaily – Bupati Bogor, Ade Yasin meninjau lokasi banjir bandang di Kampung Kedaung, Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Rabu 19 Mei 2021. Ia menyebut bahwa aktivitas tambang liar di sekitar pemukiman warga, menjadi penyebab terjadinya banjir bandang pada Senin malam kemarin.
Bupati Bogor, Ade Yasin mengungkapkan, aktivitas tambang pasir dan batu pada area tersebut menyebabkan Sungai Cidangder menjadi dangkal, sehingga tidak bisa menampung debit air saat terjadi hujan lebat di kawasan yang terdiri dari gunung dan bukit tersebut.
“Saya minta kepada kepala desa, kapolsek dan danramil melaporkan soal tambang liar yang menyebabkan pendangkalan sungai ini. Mereka tidak berizin dan aktivitas tambangnya juga juga tidak jelas dan akan merusak ekosistem,” ujarnya.
Ade mengatakan, Pemkab Bogor berusaha memenuhi kebutuhan warga, seperti pakaian, makanan dan obat-obatan.
“Kita sudah siapkan juga tenaga medis di posko yang sudah didirikan,” ucapnya.
Hasil assesment BPBD Kabupaten Bogor, banjir bandang terjadi di tiga desa. Yaitu Desa Rengasjajar, Desa Tegallega dan Desa Batu Jajar.
Menurut informasi, dampak akibat banjir bandang yang terjadi paling parah di Desa Tegallega.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Yani Hasan mengungkapkan, di Desa Rengasjajar ada 257 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dengan kerusakan sejumlah enam rumah rusak sedang dan dua rumah rusak berat.
Sementara di Desa Batujajar, ada 100 KK terdampak di mana 10 rumah rusak ringan dan dua rumah rusak sedang.
Dan di Desa Tegallega ada 116 KK terdampak, 111 rusak ringan dan empat rusak berat.
Sehingga, total 473 KK terdampak di desa tersebut, dengan 1.898 jiwa terdampak. Beberapa warga pun ada yang mengungsi ke rumah saudara yang lebih aman jika terjadi banjir susulan.***