Dr. Intan Abhirama, Sp.N Spesialis Ahli Saraf Bogor Senior Hospital

Menu

Mode Gelap
Bansos Tak Tepat Sasaran, Puluhan Emak-emak Geruduk Balai Desa Pacu Adrenalin, Wisata Air Curug Kiara Cocok Jadi Pilihan Yuk Rajin Periksakan Gigi ke RSUD Kota Bogor! Punya Modal Arsitek dan Kepala Daerah, Ridwan Kamil Digadang Jadi Kepala IKN Kota Bogor Terus Lanjutkan Vaksinasi Booster

Headline ยท 2 Jun 2021 09:13 WIB

Dr. Intan Abhirama, Sp.N Spesialis Saraf Bogor Senior Hospital


 Dokter Intan Abhirama, Sp.N adalah dokter Spesialis yang saat ini bergabung dengan Bogor Senior Hospital dan menangani gangguan saraf, salah satunya adalah Meningitis Tuberkulosa (foto. Istimewa/ Bogordaily.net) Perbesar

Dokter Intan Abhirama, Sp.N adalah dokter Spesialis yang saat ini bergabung dengan Bogor Senior Hospital dan menangani gangguan saraf, salah satunya adalah Meningitis Tuberkulosa (foto. Istimewa/ Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Dokter Intan Abhirama, Sp.N adalah dokter Spesialis yang saat ini bergabung dengan Bogor Senior Hospital dan menangani gangguan saraf, salah satunya adalah Meningitis Tuberkulosa.

Dokter Intan Abhirama yang merupakan dokter Spesialis Saraf mengatakan bahwa Meningitis Tuberculosa yaitu Infeksi Mycobacterium tuberculosis.

Infeksi system saraf pusat yang mengenai selaput otak atau meningen ini disebut juga peradangan otak.

” Penyebabnya adalah kuman Mycobacterium tuberculosis yang bersifat subakut dan manifestasi klinik yang bervariasi,” ujarnya.

Adapun gambaran umum klinik klasik Meningitis Tuberkulosa dapat dibagi tiga stadium:

Stadium Prodromal, penderita dengan sedikit atau tanpa gejala klinik meningitis atau Non spesifik berkisar diminggu pertama sampai minggu ke tiga.

Penderita hanya terlihat tidak sehat dengan suhu Febris, nyeri kepala, mual, muntah dan nafsu makan menurun.

Stadium Perangsangan Meningeal, penderita pengalami peningkatan gejala, terlihat lebih spesifik dengan kaku kuduk yang meningkat dan juga sakit kepala yang semakin hebat serta terjadi Brudzinski I – V (+)

Stadium Kerusakan Fokal Menetap, penderita mengalami Hemiparesis atau kelumpuhan pada sebelah tubuh dan juga Paralisis N. Kranial, misalnya wajah mencong.

Pada tahapan ini terjadi Kerusakan otak difus, TTIK ( Nyeri Kepala ), papil edema dan kejang serta penurunan kesadaran

Adapun yang dimaksud dengan rangsangan Meningeal seperti:

Kaku Kuduk, biasanya dirasakan leher bagian belakang pasien terasa kaku dan sulit untuk ditekuk ke depan

Brudzinski I-V (+), untuk pemeriksaan diagnostic nya bisa dilakukan dengan cara Rontgen Thorax yang berguna untuk;

1. Mencari sumber Tuberculosis Primer dari paru.

2. Digunakan Rontgen Thorax + TBC Paru pada 54,5% kasus meningitis tuberkulosa.

3. Rontgen paru yang negative tidak dapat menyingkirkan diagnosis meningitis.

4. Skor Marais : Menentukan marais score.

” Sehingga jika ada seseorang yang memiliki gejala diatas terutama demam, nyeri kepala, dan kaku kuduk, maka sebaiknya segera saja dibawa berobat ke Rumah Sakit.” pungkasnya.***

Artikel ini telah dibaca 166 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Operasi Skoliosis Oleh Ahlinya Hanya di RSOP Ciamis

24 Januari 2022 - 11:27 WIB

Operasi Skoliosis

Yuk Rajin Periksakan Gigi ke RSUD Kota Bogor!

24 Januari 2022 - 10:38 WIB

Periksakan Gigi

Efek Tidur Pakai Kipas Angin, Bisa Kena Bell’s Palsy

24 Januari 2022 - 08:01 WIB

Kipas angin

Studi Terbaru Bawa Kabar Tak Enak Soal Sinovac

23 Januari 2022 - 03:14 WIB

Dua Pasien Positif Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

22 Januari 2022 - 19:58 WIB

Temuan Baru, Varian Omicron Bisa Sebabkan Sakit Telinga

22 Januari 2022 - 19:29 WIB

Trending di Kesehatan