Milenial Harus Memiliki Kemampuan Khusus Ketika WFH

laptop pelajar
Ilustrasi. (Istimewa/Bogordaily.net)
IIMS

Bogordaily.net – Selama pandemi Covid-19, kita masih akan beraktivitas Work From Home (WFH). Perlu adanya kemampuan khusus untuk terus konsisten dan lancar bekerja dalam situasi ini.

Para generasi milenial perlu memiliki kemampuan khusus untuk bekerja secara WFH. Salah satunya yakni kemampuan teknis.

Perusahaan besar saat ini cenderung membutuhkan individu yang memiliki keterampilan teknis untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Kemampuan teknis untuk WFH ini biasanya mengarah pada penggunaan teknologi. Seperti keahlian dalam mengoperasikan aplikasi editing video, desain grafis, pengolah angka, pemograman, dan lain sebagainya.

Keterampilan komunikasi juga menjadi daya tawar penting bagi perusahaan. Terutama bagi perusahaan telekomunikasi atau perusahaan yang memiliki media sosial.

Dengan adanya Covid-19, banyak perusahaan yang mengubah alur bisnisnya dari offline menuju online. Mereka tentu membutuhkan seorang admin yang pandai berkomunikasi, baik secara lisan atau tulisan.

Sistem kerja WFH mengubah budaya perusahaan. Melalui fasilitas internet, saat ini kita bekerja secara virtual. Dengan maraknya rapat online, potensi untuk menjadi asisten virtual cukup besar.

Di samping berkemampuan secara teknis, milenial juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik atau kemampuan penerjemah.

Hadirnya teknologi online membuat pasar yang awalnya lokal menjadi global. Untuk menuju ke arah pasar internasional, maka perusahaan dituntut untuk berkomunikasi menggunakan bahasa asing.

Selain itu, saat ini juga banyak lowongan pekerjaan sebagai penerjemah yang tentu gajinya lumayan besar. Kemampuan penerjemah bagi generasi milenial untuk WFH penting diperhatikan.

Sebenarnya kemampuan untuk manajemen waktu yang menjadi kemampuan utama. Ini dikarenakan ketika WFH waktu antara bekerja dan aktivitas di rumah membaur menjadi satu.

Meski dalam kemampuan teknis baik, jika manajemen waktu buruk akan membuat semua pekerjaan yang dilakukan menjadi berantakan.***

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *